Madiun (Antara Jatim) - Sebanyak 5.052 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat di Kota Madiun, Jawa Timur, siap mengikuti ujian nasional (UN) tahun 2014 yang secara serentak digelar pada Senin hingga Rabu (16/4).
Ribuan siswa tersebut, meliputi, 1.662 siswa SMA, 423 siswa MA, enam siswa SMALB, 83 siswa Paket C, dan sebanyak 2.878 siswa SMK.
"Seluruh siswa telah dinyatakan siap mengikuti UN baik secara fisik maupun mental. Demikian juga dengan berbagai fasilitas yang ada di sekolah penyelenggara, semuanya telah siap," ujar Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kota Madiun, Suyoto, Senin.
Menurut dia, kesiapan tersebut tak lepas dari berbagai upaya yang dilakukan oleh para siswa dan tenaga pendidiknya. Beberapa bulan sebelum ujian, para siswa telah intensif melakukan bimbingan belajar yang digelar sekolah maupun dinas.
"Selain itu, siswa juga melakukan bimbingan belajar secara mandiri di luar sekolah. Untuk mental, telah dilakukan doa bersama dan bimbingan konseling," tutur dia.
Pihaknya berharap agar UN tingkat SMA sederajat tahun ini dapat berjalan lancar dan tertib. Jika terjadi kekurangan naskah soal ujian, panitia boleh menggandakannya.
Hal tersebut sesuai aturan yang berlaku bahwa penggadaan dengan cara fotokopi boleh dilakukan, sepanjang kekurangan naskah soal ujian tersebut tidak terlalu banyak.
"Proses fotokopinya tetap harus dalam pemantauan tim pengawas dan petugas kepolisian yang bertugas," tambah Suyoto kepada wartawan.
Sementara, Kepala Satuan Binmas Polres Madiun Kota, AKP Sigit Siswadi, menyatakan siap mengawal jalannya ujian nasional baik tingkat SMA hingga SD.
"Tiap sekolah akan dikawal dua personel dari Polres Madiun Kota. Pengamanan khusus juga akan dilakukan jika ternyata nanti butuh penggandaan soal," ucap AKP Sigit.
Pihaknya juga akan menindak tegas siapapun yang melakukan kejahatan selama ujian nasional berlangsung. Hal itu karena, ujian nasional rawan terjadi kebocoran soal ataupun kunci jawaban. (*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.