Surabaya (Antara Jatim) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus diutamakan dan bukan hanya infrastruktur, agar warga kota lebih siap menghadapi "serbuan" warga ASEAN dalam ASEAN Free Trade Area (AFTA) 2015. "Kita harus tingkatkan kualitas SDM. Kita harus berubah karena pada AFTA nanti, bukan hanya pengusaha luar negeri yang datang. Tenaga kerja dari negara-negara ASEAN juga tidak ada larangan datang ke Surabaya. Kita harus bisa survive, jangan mau kalah," kata Risma saat membuka muasyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) 2014 di Pemkot Surabaya, Kamis. Oleh karena itu, katanya, sejak sekarang semua "stakeholder" (pemangku kepentingan) di Kota Surabaya harus menyiapkan sumber daya manusia yang profesional dan siap bersaing untuk menghadapi datangnya AFTA mendatang. "Pemkot Surabaya sudah rajin melakukan pelatihan-pelatihan UKM dan juga mendirikan Rumah Bahasa untuk meningkatkan kemampuan skill warga Kota Surabaya," katanya. Menurut dia, selama ini usulan kegiatan yang disampaikan warga itu mencapai 80 persen usulan pembangunan fisik. Karenanya, wali kota mendorong kepada para SKPD untuk mencantumkan pembangunan SDM dalam penyusunan rencana kerja tahun 2015, termasuk usulan beasiswa bagi siswa-siswa berprestasi yang memiliki tenaga di bidang tertentu. Sebelumnya, lanjut dia, Pemkot Surabaya sudah memberikan beasiswa kepada siswa yang memiliki keahlian perawat agar bisa bekerja di luar negeri. Ke depan, Pemkot Surabaya berencana memberikan beasiswa bagi siswa yang memiliki "skill" menjadi pilot. "Ini karena jumlah pilot pribumi yang bekerja di maskapai penerbangan Indonesia, jumlahnya masih kalah jauh dibandingkan pilot asing. Ini saya juga masih menunggu usulan dari akademisi. Saya lagi mencari apalagi," ujarnya. Wali kota juga mengingatkan agar SKPD juga memperhatikan usulan tentang hak merek produk dari pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang ada di Kota Surabaya. "Tolong juga disampaikan usulan tentang hak paten dan juga hak izin usaha, sebab kalau tidak, ke depan nanti akan berat. Nanti kita akan fasilitasi. Kita akan bantu karena pengurusannya kan pasti ke Jakarta," katanya. Wali kota menambahkan ke depannya Pemkot Surabaya akan membuka akses layanan lingkar luar timur dan barat, termasuk juga membuka pelabuhan pada 2015. Namun, wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini berharap pesatnya pembangunan di Surabaya tidak membuat warga buru-buru menjual tanahnya dan berpindah ke kota lain. "Pembangunan ini ya untuk warga Surabaya. Saya tidak ingin pembangunan ini yang menikmati malah orang lain," katanya. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026