Baghdad (Antara/AFP) - Sedikitnya tujuh orang tewas Minggu dalam serangkaian serangan di Irak, sebagian besar di daerah-daerah Sunni sebelah utara Baghdad, kata sejumlah pejabat.
Kekerasan paling mematikan terjadi di provinsi Nineveh, Irak utara, dimana tiga serangan terpisah menewaskan empat orang, termasuk dua prajurit yang sedang berpatroli di daerah selatan provinsi itu.
Di tempat lain di Irak, ledakan bom pinggir jalan di Tikrit, juga sebelah utara Baghdad, menewaskan dua warga sipil, sementara seorang guru besar sebuah perguruan tinggi ditembak mati di kota Kut yang berpenduduk mayoritas Syiah di sebelah selatan ibu kota Irak tersebut.
Upaya pihak berwenang dalam beberapa bulan ini untuk mengendalikan kekerasan mematikan belum menunjukkan hasil yang berarti sejauh ini.
Lebih dari 700 orang tewas di Irak pada Februari, menurut data yang dihimpun AFP, misi PBB untuk Irak dan pemerintah Irak.
Kekerasan di Irak telah mencapai tingkatan yang belum pernah terlihat sejak 2008, ketika negara itu mulai bangkit dari konflik sektarian mematikan pada 2006-2007 yang merenggut puluhan ribu jiwa.
Sebanyak 1.013 orang -- 795 warga sipil, 122 prajurit dan 96 polisi -- tewas akibat kekerasan di negara itu pada Januari, menurut data resmi yang dihimpun kementerian-kementerian kesehatan, dalam negeri dan pertahanan.
Menurut data itu, kekerasan juga melukai 2.024 orang -- 1.633 warga sipil, 238 prajurit dan 153 polisi.
Pasukan keamanan membunuh 189 militan dan menangkap 458 orang sepanjang bulan itu.
Jumlah kematian pada Januari itu merupakan angka tertinggi yang dikeluarkan kementerian-kementerian itu sejak April 2008, ketika 1.073 orang tewas. (*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.