Gresik, (Antara Jatim) - Sejumlah pemuda Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yang tergabung dalam Front Rakyat Gresik Menggugat (Frogem) meminta setiap penggalangan dana untuk korban Kelud dibuat secara terbuka, atau ada transparasi serta laporan ke publik.
Salah satu koordinator Frogem, Faizin, di Gresik, Selasa, mengatakan, laporan itu dibuat sebagai pertanggungjawaban kepada publik atau masyarakat yang memberi bantuan, sehingga tidak ada kesan tertutup dari setiap hasil penggalangan dana.
"Transparasi itu perlu, sebab kini marak penggalangan dana untuk korban Kelud yang dilakukan masyarakat, namun tidak terbuka. Sehingga ada kekhawatiran yang timbul di masyarakat terkait dana yang masuk," katanya.
Menurut Faizin, adanya imbauan Pemprov Jatim melalui Wakil Gubernur, Syaifullah Yusuf yang melarang masyarakat atau LSM meminta sumbangan di jalan, adalah salah satu bentuk kekhawatiran itu.
Oleh karena itu, Faizin bersama sejumlah rekannya yang juga melakukan penggalangan dana di depan kantor DPRD Gresik telah membuat laporan secara tertulis dan terpampang di jalan raya mengenai hasil setiap harinya.
"Ini kami lakukan agar masyarakat mengetahui setiap harinya kita mendapatkan bantuan berapa, dan dana itu akan disumbangkan kemana," katanya.
Menurut Faizin, dana hasil penggalangan dana bersama sejumlah pemuda di Gresik akan disalurkan melalui rekannya di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Jombang, kemudian disalurkan ke Kediri.
"Kami beberkan hasil penggalangan dana kami melalui papan di jalan raya, agar warga Gresik bisa lihat perolehan kami," katanya.
Rencananya, distribusi penggalangan dana ke Kediri akan dilakukan dalam dua tahap, yakni pertama dilakukan pada Minggu (16/2) lalu, dan pada hari ini, Selasa (18/2) yang telah memperoleh senilai Rp5 Juta rupiah.(*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.