Oleh Zubi Mahrofi Jakarta, (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak melemah sebesar 26 poin menjadi Rp11.710 dibanding sebelumnya di posisi Rp11.684 per dolar AS. "Penguatan rupiah yang cukup tinggi sejak pekan lalu mendorong sebagian pelaku pasar uang mengambil posisi ambil untung di tengah minimnya sentimen positif baru," kata Analis Monex Investindo Futures, Zulfirman Basir di Jakarta, Selasa. Ia menambahkan sebagian pelaku pasar uang juga sedang waspada menanti Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada pekan ini, diharapkan dapat memberikan petunjuk lebih lanjut atas kebijakan pengurangan stimulus keuangan (tapering off) yang sedang dijalankan bank sentral AS. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa dibuka naik tipis sebesar 3,61 poin mendapat sentimen dari kinerja keuangan emiten domestik. IHSG BEI dibuka naik 3,61 poin atau 0,08 persen menjadi 4.558,98. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,31 poin (0,30 persen) ke level 769,03. Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah di Jakarta, Selasa mengatakan publikasi beberapa laporan keuangan tahun buku 2013 sektor kontruksi dan perbankan menunjukkan kinerja bagus, sehingga berdampak positif bagi pergerakan IHSG. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026