Gresik (Antara Jatim) - Dinas Kesehatan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jumat pagi, membagikan sebanyak 10 ribu masker kepada sejumlah pengendara motor di wilayah itu, karena hujan adanya abu vulkanik letusan Gunung Kelud sampai ke wilayah setempat.
Kepala Dinkes Gresik, Dr Soegeng Widodo MKes mengatakan, pembagian masker dilakukan di lima titik wilayah Kabupaten Gresik, di antara di depan kantor Pemkab, Masjid Agung, serta kawasan yang rami dilalui pengendara motor.
"Sejak pagi tadi sudah terasa hujan abu di sini, imbas Gunung Kelud, sehingga kami beserta beberapa staf Dinkes langsung melakukan pembagian masker di lima titik wilayah Gresik," katanya.
Dikatakannya, pembagian masker diprioritaskan kepada pengendara motor, sebab mayoritas pengendara tersebut tidak terlindungi, dan sangat rawan terhadap abu atau debu di jalan raya.
"Kalau pengendara mobil tidak kami berikan, sebab prioritas kami adalah pengendara motor, tujuannya untuk menghindari mereka dari inveksi saluran pernafasan, karena posisi mereka sangat rentan," katanya.
Rencananya, Dinkes Gresik juga akan melakukan pembagian masker di sejumlah sekolah yang ada di wilayah itu.
"Ini masih kita ajukan penambahan masker, dan akan kami bagikan kepada siswa-siswa di sekolah di Gresik, agar terhindar dari penyakit pernafasan," katanya.
Selain itu, Soegeng meminta kepada setiap Puskesmas untuk aktif membuka layanan mulai hari ini, tujuannya untuk mengantisipasi warga Gresik yang terkena imbas hujan abu.
Sementara itu, letusan Gunung Kelud antara lain terjadi pada tahun 1990 dan menewaskan sekitar 250 orang dan letusan terakhir terjadi pada 2007, namun bersifat "letusan tertahan".(*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.