Oleh Imam Budilaksono
Surabaya (Antara) - Peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat Dino Patti Djalal menilai Sunan Ampel atau Raden Rahmat menyebarkan semangat baru berdasarkan budi pekerti dalam masyarakat yang moralnya sudah kropos.
"Sunan Ampel di abad ke 15 menyebarkan semangat baru berdasarkan budi pekerti dalam masyarakat yang moralnya sudah keropos," kata Dino dalam akun Twitter resminya @dinopattidjalal yang di tulis pada, Kamis.
Dia menilai Sunan Ampel menyebarkan agama Islam dalam kerajaan dan masyarakat Majapahit tanpa paksaan. Dino mengatakan penyebaran agama Islam oleh Sunan Ampel dilakukan persuasi, kasih, dan ilmu.
"Beliau (Sunan Ampel) menyebarkan agama Islam dalam Kerajaan dan masyarakat Majapahit tidak pernah dengan paksaan namun dengan persuasi, kasih, dan ilmu," ujarnya.
Menurut dia, dalam zaman Kerajaan Majapahit yang sangat feodalistis dan elitis, Sunan Ampel memberi kesempatan belajar pada rakyat jelata. Dia menilai dalam konteks saat itu, kondisi tersebut luar biasa.
"Sunan Ampel yang berasal dari Champa dengan arif dan bijaksana tidak mengubah budaya Jawa namun mengisinya dengan warna Islami," katanya.
Dino menilai perjuangan Sunan Ampel itu perlu terus menjadi inspirasi bagi generasi Indonesia di abad 21.
Beberapa pengikut atau "follower" akunnya, memberikan apresiasi saat Dino berziarah ke makam Sunan Ampel pada Rabu (12/2) sore.
Kunjungan Dino ke makam Sunan Ampel itu merupakan rangkaian acara sebelum debat peserta konvensi capres Partai Demokrat pada Kamis (13/2) malam.
Konvensi calon presiden Partai Demokrat akan mengadakan debat terbuka diantara 11 peserta konvensi di Grand City Convention Hall, Surabaya pada Kamis (13/2).
Tema keamanan dan pertahanan menjadi dua topik utama yang akan dibahas dalam acara debat tersebut.
Debat itu dibagi dalam dua sesi, yaitu lima peserta di sesi pertama dan enam peserta pada sesi kedua. Sesi pertama dilaksanakan pukul 15.30-18.00 WIB, sementara untuk sesi kedua dilaksanakan pukul 19.45-22.15 WIB.
Ke 11 peserta yang akan bertarung itu nantinya ialah Hayono Isman, Dahlan Iskan, Gita Wirjawan, Anies Baswedan, Dino Patti Djalal, Endriartono Sutarto, Ali Masykur Musa, Irman Gusman, Marzuki Alie, Pramono Edhie, dan Sinyo Harry Sarundajang. (*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.