Oleh Zubi Mahrofi
Jakarta, (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak menguat sebesar 11 poin menjadi Rp12.075 dibanding sebelumnya di posisi Rp12.086 per dolar AS, sedangkan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah tipis sebesar 2,64 poin seiring minimnya sentimen positif dari bursa regional.
"Dolar AS cenderung melemah terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah menyusul perkiraan data penjualan ritel AS stagnan," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis.
Di sisi lain, lanjut dia, testimoni Gubernur Federal Reserve Janet Yellen pada komite perbankan AS akan ditunda karena perkiraan badai salju.
"Cuaca yang buruk mempengaruhi data AS, mempengaruhi sentimen, dan akan menekan nilai tukar dolar AS," kata dia.
Ia menambahkan data perdagangan China yang solid juga menjadi salah satu pendongkrak permintaan untuk aset berisiko. Kinerja perdagangan China, berhasil melampaui ekspektasi.
"Kondisi itu meredakan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi terbesar kedua di dunia," kata dia.
Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada menambahkan pelaku pasar mencoba mengasumsikan positif menyusul komitmen the Fed untuk memajukan ekonomi AS sehingga nantinya akan berpengaruh pada laju ekspor Indonesia.
"Nantinya kondisi itu akan memberi dampak positif pada neraca perdagangan," kata dia. ***2***
IHSG Melemah
Sementara itu, IHSG di BEI dibuka melemah tipis sebesar 2,64 poin seiring minimnya sentimen positif dari bursa regional. IHSG BEI dibuka turun 2,64 poin atau 0,06 persen menjadi 4.493,64. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,69 poin (0,09 persen) ke level 755,59.
Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa minimnya sentimen positif dari bursa regional menahan laju IHSG untuk kembali menguat.
"Beberapa pelaku pasar cenderung mengambil posisi lepas saham karena minimnya sentimen positif baru," kata Reza Priyambada.
Di sisi lain, lanjut dia, pelaku pasar juga sedang menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada hari Kamis terkait suku bunga acuan (BI rate).
Sementara itu, tim analis yeknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik membuat mata uang rupiah terus menguat terhadap dolar AS, kondisi itu dapat menahan tekanan pada indeks BEI.
"Melihat hal itu, indeks BEI masih berpotensi melanjutkan penguatan meski patut diwaspadai juga aksi ambil untung seiring posisi beberapa saham yang nilainya sudah cukup tinggi. Indeks BEI akan bergerak di kisaran 4.475-4.510 poin," kata mereka.
Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng melemah 113,99 poin (0,51 persen) ke level 22.171,80, indeks Nikkei turun 130,08 poin (0,88 persen) ke level 14.669,31 dan Straits Times menguat 3,78 poin (0,12 persen) ke posisi 3.039,23. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.