Oleh Kelik Dewanto
Jakarta (Antara) - PT Pertagas menunggu alokasi gas pipa ruas Gresik-Semarang sebelum memulai pembangunan proyek sekitar 500 juta dolar AS, kata Dirut Pertagas Hendra Jaya di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan bahwa pihaknya segera menyelesaikan perhitungan investasi (final investment decision/FID) setelah mendapat kepastian alokasi gas.
"Kami masih menunggu surat formal alokasi gas," katanya.
Menurut Hendra, setelah selesai FID, maka dalam 18 bulan berikutnya diharapkan proyek pipa Gresik-Semarang sudah terbangun.
Deputi Pengendalian Komersial SKK Migas Widhyawan Prawiraatmadja mengatakan, pihaknya akan segera mengajukan rekomendasi alokasi gas ke Kementerian ESDM.
"Segera kami ajukan," katanya.
Sesuai rencana, pipa Gresik-Semarang akan mengalirkan gas dari proyek unitisasi Jambaran-Tiung Biru-Cendana di bagian barat Jatim.
Proyek unitisasi dengan operator PT Pertamina EP Cepu tersebut ditargetkan berproduksi 185 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
Sebanyak 85 MMSCFD akan diperuntukkan bagi PT Pupuk Kujang.
Sementara, sisanya 100 MMSCFD direncanakan mengalir ke salah satu BUMN.
Pertamina EP Cepu juga masih menunggu alokasi gas.
Proyek unitisasi Jambaran dengan total investasi 2,1-2,3 miliar dolar AS direncanakan berproduksi 2018.
Penetapan alokasi gas dan harga gas diperlukan bagi kontraktor untuk memutuskan investasi akhir (final investment decision/FID). (*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.