Pamekasan (Antara) - Program inseminasi buatan (IB) ternak sapi warga Pamekasan, Madura, Jawa Timur selama 2013 menghasilkan sebanyak 9.228 ekor atau meningkat 439 ekor dibanding tahun 2012.
"Pada tahun 2012 program IB hanya menghasilkan sebanyak 8.789 ekor," kata Kepala Dinas Peternakan Pemkab Pamekasan Bambang Prayogi kepada Antara, Rabu.
Menurut Bambang, ke-9.228 ekor sapi hasil inseminasi buatan itu terdiri dari 4.861 sapi jantan dan sebanyak 4.367 sisanya sapi betina dengan jumlah akseptor sebanyak 15.808 ekor sapi.
Sedangkan pada tahun 2012 dari sebanyak 8.789 hasil inseminasi buatan tersebut, sapi jantannya sebanyak 4.648 ekor dan sapi betina sebanyak 4.137 ekor dengan jumlah akseptor sebanyak 15.171 ekor sapi.
Bambang menjelaskan, capaikan akseptor pada program IB ini melebihi target yang telah ditetapkan pemkab Pamekasan, yakni 15.500 per tahun pada 2013.
"Kalau pada tahun 2012, target akseptor kami sebanyak 15.000 ekor, akan tetapi kami mampu hingga 15.171 ekor," terang Bambang.
Menurut Bambang Prayogi, peningkatan hasil IB selama kurun waktu dua tahun terakhir, yakni dari 8.789 ekor pada tahun 2012 menjadi 9.228 pada tahun 2013 tidak lepas dari kesadaran para peternak untuk memproses produksi sapi lebih cepat.
Disamping itu, banyaknya peternak yang memilih program IB ini, karena para peternak sapi di Pamekasan sudah banyak warga yang memelihara sapi "Madrasin".
Nama sapi "Madrasin" ini merupakan nama dari hasil persilangan sapi Madura dengan sapi Limusin.
Hal yang juga menjadi pemicu tingginya inseminasi buatan bagi para peternak sapi di Kabupaten Pamekasan menurut Bambang Prayogi, karena pihaknya telah melatih sejumlah warga dalam program ini.
Sehingga, sambung dia, untuk proses inseminasi, petani tidak perlu menunggu mantri dan petugas dokter hewan. (*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.