Gresik (Antara Jatim) - Korban tewas akibat banjir di Kabupaten Gresik, Jawa Timur bertambah satu lagi, menjadi dua, dengan ditemukannya jasad Andrianto (19), warga Dusun Kecipik Kecamatan Menganti yang tenggelam saat mencari ikan di lokasi banjir wiayah itu.      Kepala Kepolisian Sektor Menganti, AKP Ludiro, Selasa mengatakan, korban tewas diduga karena arus air dibawa lokasi mencari ikan cukup deras, sehingga korban yang tidak bisa berenang tenggelam dan tewas. Sebelumnya, satu korban tewas akibat banjir adalah Kemadi (57), warga Desa Karangasem, Kecamatan Benjeng yang dinyatakan hilang karena terhanyut terbawa air sejak Senin (16/12) dini hari saat sedang mengevakuasi barang-barang rumah agar terhindar dari banjir. Jasad korban ditemukan tersangkut pohon.      "Awalnya, korban Andrianto mencari ikan di lokasi tambak Dusun Kecipik, namun karena terperosok di bawah tambak, membuat korban tenggelam," kata Ludiro.      Sejumlah petugas tanggap bencana dibantu warga sempat menolong, namun korban tidak tertolong karena korban terpesok di kedalaman tambak yang mencapai enam meter. "Korban dilaporkan tenggelam pada pukul 8.30 WIB, dan baru ditemukan tewas di dasar tambak tepi bantaran Kali Lamong, sekitar pukul 10.30 WIB," katanya. Sementara itu, kini jasad korban telah di bawah ke ruang jenazah RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik untuk dilakukan otopsi. Banjir di Kabupaten Gresik terjadi karena hujan yang terus mengguyur wilayah selatan, akibatnya Kali Lamong yang melintas lima kecamatan meluap dan merendam Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Menganti serta Kedamean.(*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026