Surabaya (Antara Jatim) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan persiapan (contigency plan) menghadapi bencana yakni dengan menyiapkan 780 bronjong kawat, 12 ribu karung plastik dan memberi peringatan agar tidak membuka 180 pintu air di tanggul-tanggul Bojonegoro.
"Kemudian masih dibantu perlengkapan di Unit Pelaksanaan Teknis sebanyak 4 ribu karung plastik, 70 bronjong kawat dan batu kali 54 meter kubik," ujar Pelaksana Tugas Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air dan Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Pudjo Buntoro, di Surabaya, Selasa.
Tidak itu saja, pihaknya mengatkan masih ada bantuan dari PT Jasa Tirta dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo untuk mengantisipasi bencana banjir yang datang kali ini.
Pihaknya juga menyiapkan beberapa pompa untuk memompa air agar mengurangi genangan air. Saat ini, lanjut dia, di Bojonegoro ada tiga pompa yang berada di Karangpacar, Banjarejo dan Ledok.
"Penyebab banjir di Bojonegoro diduga kuat akibat luapan di Kali Madiun dan Kali Kening Tuban. Ini karena hujan lebat dari daerah Gunung Lawu dan menyebabkan anak-anak sungai meluap," kata dia.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Provinsi Jatim memprediksi banjir besar akan menerjang daerah di aliran Sungai Bengawan Solo pada 25 Desember-8 Januari 2013. Di antaranya Gresik, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro.
Kabid Operasi dan Pemeliharaan Dinas PU Pengairan Provinsi Jatim Soenoko mengatakan, hujan baru turun hampir dua bulan terakhir, namun banjir dalam waktu seminggu ini sudah tinggi, khususnya di Pasuruan dan Bojonegoro.
"Kali Lamong itu bukan anaknya Sungai Bengawan Solo, tapi bagian dari pengelolaan wilayah sungai. Saat ini, Kali Lamong sudah menggenangi wilayah Benjeng-Gresik, Moroudi-Gresik dan Pakal-Benowo," kata dia. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.