Madiun (Antara Jatim) - Sebanyak 329 calon anggota legislatif yang telah masuk dalam daftar calon tetap di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, akan memperebutkan 45 kursi DPRD pada Pemilihan Umum 2014.
"Ratusan caleg tersebut berasal dari 12 partai politik peserta Pemilu 2014 yang tersebar di enam daerah pemilihan," ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Madiun Anwar Soleh, Senin.
Menurut dia, dari jumlah 329 calon anggota legislatif tersebut juga termasuk dengan lima orang caleg dari unsur kepala desa yang hingga kini masih terganjal persyaratan surat pengunduran diri jabatan kepala desanya.
"Kami belum tahu apakah kelima caleg dari unsur kepala desa tersebut akan dicoret atau tidak, sebab masih menunggu koordinasi dengan pemda dan bawaslu," kata dia.
Anwar menjelaskan, hingga kini KPU Kabupaten Madiun terus melakukan persiapan untuk pelaksanaan Pemilihan Umum yang akan diselenggarakan pada 9 April 2014. Di antaranya perbaikan DCT dan juga daftar pemilih tetap (DPT) pemilu.
Adapun jumlah DPT Pemilu tahun 2014 di Kabupaten Madiun mencapai 578.805 jiwa. Jumlah tersebut menurun setelah dilakukan perbaikan sebanyak tiga kali sejak ditetapkan oleh KPU pusat pada bulan Oktober dan November lalu.
"Penurunan jumlah DPT disebabkan karena pemilih ganda, meninggal dunia, pindah tempat tinggal, dan juga belum cukup umum," terang Anwar.
sementara, pembagian daerah pemilihan (dapil) pada Pemilu 2014 mendatang adalah, Dapil Madiun I terdiri Kecamatan Jiwan, Sawahan, Madiun sebanyak delapan kursi. Dapil Madiun II terdiri Kecamatan Balerejo, Wonoasri, dan Pilangkenceng sebanyak delapan kursi.
Lalu, Dapil Madiun III terdiri Kecamatan Mejayan dan Saradan sebanyak tujuh kursi. Dapil Madiun IV terdiri Kecamatan Gemarang, Wungu, dan Kare sebanyak delapan kursi.
Kemudian, Dapil Madiun V terdiri Kecamatan Dagangan dan Geger sebanyak tujuh kursi serta Dapil Madiun VI terdiri dari Kecamatan Dolopo dan Kebonsari sebanyak tujuh kursi. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.