Madiun (Antara Jatim) - Sipir atau penjaga di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Madiun, Jawa Timur, menemukan sabu-sabu seberat 18 gram lebih saat melakukan renovasi kamar di salah satu blok narapidana. Kepala Lapas Kelas 1 Madiun Pargiyono, Selasa mengatakan sabu-sabu tersebut ditemukan di tempat tidur narapidana Blok C-6 yang terbuat dari semen. Tempat tidur tersebut sudah rusak dan sedang diperbaiki. "Petugas curiga di bagian ujung tempat tidur semen tersebut. Saat diperiksa, di dalamnya terdapat kaleng bekas rokok yang sudah berkarat. Setelah diteliti lebih cermat lagi, kaleng tersebut berisi beberapa plastik kecil yang di dalamnya diduga narkoba jenis sabu-sabu," ujar Pargiyono kepada wartawan. Hingga kini ia belum mengetahui pemilik dari sabu-sabu tersebut. Atas temuan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polres Madiun Kota untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Blok C-6 dihuni 13 narapidana. Selama proses renovasi, blok tersebut kosong dan 13 narapidaa penghuninya dititipkan ke sejumlah blok lainnya. "Kecurigaan kami terdapat pada 13 narapidana tersebut, namun kasus temuan ini masih diselidiki lebih lanjut," kata Kapolres Madiun Kota AKBP Anom Wibowo. Sesuai hasil tes urine, dari 13 narapidana penghuni Blok C-6 tersebut, diketahui 10 narapidana di antaranya positif mengonsumsi narkoba. Sedangkan tiga narapidana lainnya diketahui negatif. "Meski demikian kami tidak ingin gegabah. Jangan sampai yang kami lakukan nanti malah tidak mendasar. Polisi akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk mengungkapnya," kata Anom. Sisi lain, polisi juga kesulitan karena dalam temuan tersebut tidak ada saksi. Namun, dipastikan barang haram tersebut tidak dikonsumsi sendiri melainkan berramai-ramai. Anom menambahkan, Lapas Madiun dinilai merupakan lokasi rawan peredaran narkotika. Sebelumnya telah berulang kali ditemukan narkoba di lingkungan setempat. "Sebanyak dua per tiga narapidana dan tahanan di Lapas Madiun merupakan pelaku kasus narkoba dari berbagai kota di Jawa Timur. Sehingga, lokasi tersebut sangat rawan, sedangkan rasio petugas dengan narapidananya sangat kecil," tambahnya. Anom mengaku sangat mengapresiasi upaya petugas Lapas Madiun untuk mencegah peredaran narkoba di lingkungan setempat. Ia sangat mendukung dengan kegiatan razia dan juga patroli guna menekan potensi gangguan narkoba di lapas tersebut.(*)


Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026