Surabaya (Antara Jatim) - Dashboard mobil operasional Komisi A DPRD Kota Surabaya jenis Isuzu Elf nomor polisi L-7517 yang diparkir tepat di samping pos pengamanan dalam atau di dekat pintu masuk gedung dewan, Senin, diketahui telah dibawa kabur pencuri. Sekretaris DPRD Kota Surabaya, Afghani Wardhana, mengatakan kalau malam bahkan petugas pengamanan berjaga di luar dekat pagar, sehingga akan lebih terkontrol. "Kalau malam ada sekitar lima petugas pamdal," katanya. Dasboard atau sebuah panel di bawah kaca depan kendaraan yang berisi indicator pemanggil, kompartemen, dan control instrument diketahui hilang oleh petugas usai dipakai anggota dewan. Bahkan rumah kunci pintu mobil juga terlihat rusak, diduga dirusak pelaku sebelum berhasil mencongkel dashboard. Diketahui dalam beberapa pekan terakhir empat mobil operasional komisi, masing-masing komisi A, B, C dan D diparkir di depan atau dekat pintu keluar. Ini semua lantaran area parkir mobil di belakang tengah direnovasi bagian kanopinya. Namun di kalangan dewan juga muncul kabar kalau mobil Komisi A yang dashboard-nya dicongkel usai dipinjam koleganya Wakil Ketua DPRD Surabaya Wisnu Sakti Buana yang juga wakil wali kota Surabaya terpilih. "Setahu saya mobil itu baru saja kembali Minggu (1/12) sore," kata Afghan. Hanya saja, lanjut dia, pihaknya tak menyebut apakah saat dikembalikan itu kondisi mobil masih utuh atau memang sudah tercongkel dashboardnya. Atas raibnya dashboard itu, Afghan akan mengevaluasi pamdal yang selama ini bertugas di DPRD Surabaya. Pihaknya juga mengaku kalau telah melihat kamera CCTV yang ada di gedung dewan namun tak terpantau dengan jelas. "Oleh karena itu kami akan berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya untuk memantau dari CCTV milik Polrestabes," katanya. Sementara itu, sejumlah anggota dewan mengakui jika pemakaian mobil operasional tersebut tidak hanya dilakukan di Komisi A. Hampir semua anggota DPRD Surabaya seringkali meminjam mobil operasional itu untuk menunjang kegiatan yang dijalankan. Namun seringkali peminjaman mobil itu disaat jam dinas, sehingga anggota dewan yang hendak melakukan sidak kerap kali memakai mobil lain. "Hanya saja yang kami lihat selama ini pegawai Sekretariat DPRD kurang jeli melakukan pengecekan mobil operasional ketika dipinjam atau dikembalikan," ujar salah satu anggota Komisi A DPRD Surabaya, Lutfiah. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026