Basel, (Antara/AFP) - Roger Federer bangkit setelah melakukan start yang lambat untuk menaklukkan Denis Istomin dengan kemenangan 4-6, 6-3, 6-2 di putaran kedua Swiss Indoors pada Rabu. Unggulan kedua dan juara lima kali di turnamen di "kandangnya sendiri" ini memukau 9.200 penonton di St Jakobshalle melalui perjuangannya yang membuat ia berada di posisi solid untuk mengejar satu tempat di turnamen penutup musim yang akan dilangsungkan di London pada bulan depan. Federer, yang sekarang menuju perempat final, yang untuk sementara berada di urutan ketujuh di turnamen itu, menjalani pekan yang berat di negaranya sendiri dan pada pekan depan di Paris Masters untuk memastikan tempatnya menuju turnamen akhir musim yang dimenanginya sebanyak enam kali. Pria Swiss 32 tahun ini melaju dalam waktu kurang dari dua jam, bangkit dari kekalahan di set pertama melawan petenis Uzbekistan itu, kemudian memenangi set kedua untuk menyamakan kedudukan. Set ketiga menjadi ujian sebenarnya bagi juara 17 Grand Slam ini, yang menjalani musim buruk pada 2012, Federer menorehkan tanda saat ia menahan serve untuk mencatatkan skor 1-1 pada set terakhir, memenangi game selama delapan menit setelah lolos dari empat break point. Dari sana, momentumnya berubah sehingga benar-benar menguntungkan petenis tuan rumah, yang meluncur ke babak delapan besar, di mana ia melepaskan pukulan backhand untuk memenangi match point pertamanya. "Saya memulainya dengan buruk, melakukan terlalu banyak kesalahan, khususnya pada pukulan forehand," kata Federer. "Saya mengambil resiko terlalu banyak dan itu tidak terbayar." "Saya memperkecil resiko dan sedikit beruntung untuk bisa menang. Saya mulai bangkit untuk memberikan perlawanan dan semakin baik seiring berlangsungnya permainan." "Saya gembira karena saya mampu membalikkan keadaan, saya memerlukan pertandingan seperti ini." Juara bertahan Juan Martin del Potro memulai perjuangannya untuk mempertahankan gelar di putaran pertama, dengan mengalahkan petenis Finlandia kelahiran Swiss Henrik Laaksonen, di mana petenis peringkat 244 dunia itu menjadi korban dengan kekalahan 4-6, 4-6 atas unggulan teratas. Permainan Del Potro memburuk setelah memenangi ajang di Tokyo dan bermain di final Shanghai. "Saya bermain bagus pada pertandingan pertama di pekan ini," kata sang pemenang, yang telah lolos ke Final Tur Dunia di akhir tahun. "Saya gugup pada awalnya. Saya mengambil angka-angka dari mematahkan serve lawan ketika saya dapat melakukannya dan itulah yang terjadi. Saya melepaskan serve dengan baik dan mengambil peluang-peluang saya." Petenis Prancis Richard Gasquet meletakkan dirinya sendiri dalam bahaya untuk gagal lolos ke London, ketika unggulan kelima yang kelelahan itu kalah 4-6, 2-6 dari rekan senegaranya Michael Llodra. Kekalahan di putaran pertama pada pertandingan yang berlangsung selama 70 menit ini membuat Gasquet untuk sementara berada di urutan kesembilan dalam persaingan perebutan nilai. Gasquet, yang kalah di putaran pertama Shanghai dan kemudian memenangi gelar Moskow pada akhir pekan silam, mengakui dirinya kehabisan energi. "Saya lelah setelah memainkan banyak pertandingan," kata petenis yang lolos ke turnamen akhir tahun itu pada 2007 ketika turnamen itu dimainkan di Shanghai. "Terdapat penerbangan panjang dari Moskow dan kondisi-kondisi di sini, lapangan dan bola-bolanya, benar-benar berbeda." "Ditambah Michael bermain sangat baik, ini sangat berat bagi saya pada hari ini. Mengecewakan untuk kalah namun sekarang saya perlu beristirahat dan kemudian berusaha bermain bagus di Paris. Itulah peluang terakhir saya." Kesuksesan Gasquet di Moskow menandai gelar ketiganya musim ini, setelah Doha dan Montpellier. Satu-satunya hasil positifnya di Basel adalah pada tahun lalu, ketika ia mencapai semifinal saat berhadapan dengan juara tahun itu Del Potro. Petenis Prancis Paul-Henri Mathieu melaju ke putaran kedua setelah ia menaklukkan petenis AS Denis Kudla 6-4, 7-5. Vaek Pospisil asal Kanada berhasil melakukan balas dendam untuk kekalahannya pekan lalu saat ia mengalahkan Robin Haase 6-4, 6-4.(*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026