New York, (Antara/Xinhuas) - Kurs dolar AS diperdagangkan bervariasi terhadap mata uang utama lainnya pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena para pemimpin Senat AS telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri penutupan pemerintah yang sedang berlangsung dan mencegah gagal bayar utang.
Dolar awalnya menguat terhadap sebagian besar mata uang utama, di tengah berkembangnya kepercayaan pasar bahwa DPR AS akan meloloskan kesepakatan pertama Reid-McConnell, dan kemudian mengirimkannya ke Senat.
Jika RUU Senat tidak ditunda, kesepakatan bisa di meja Presiden AS Barack Obama pada Rabu. Jika RUU ini ditunda, kesepakatan masih bisa berada di meja presiden pada Sabtu (19/10).
Namun, greenback menyerahkan keuntungan sebelumnya terhadap beberapa mata uang mitranya karena aksi ambil untung.
Dolar Kanada menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya, termasuk greenback, di tengah reli harga minyak mentah berjangka, ekspor terbesar di Kanada, dan saham-saham.
Di bidang ekonomi AS, kepercayaan pengembang AS di pasar untuk bangunan baru, rumah keluarga tunggal turun dua poin pada Oktober dari bulan sebelumnya, menurut Indeks Pasar Perumahan yang dirilis bersama oleh Asosiasi Nasional Pengembang Perumahan (NAHB) dan Wells Fargo.
Pada akhir perdagangan New York, euro naik tipis menjadi 1,3533 dolar dari 1,3519 dolar sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,5949 dolar dari 1,5995 dolar. Dolar Australia naik menjadi 0,9555 dolar dari 0,9507 dolar.
Dolar dibeli 98,74 yen Jepang, lebih tinggi dari 98,31 yen pada sesi sebelumnya. Greenback juga naik menjadi 0,9134 franc Swiss dari 0,9131 franc, tetapi turun menjadi 1,0328 dolar Kanada dari 1,0379 dolar Kanada. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.