Surabaya (Antara Jatim) - Tim non-unggulan JNE BSC Bandung Utama hampir menghentikan keperkasaan Satria Muda Britama Jakarta, sebelum kemudian kalah tipis 51-54 pada pertandingan lanjutan turnamen pramusim Speedy NBL Indonesia 2013 di DBL Arena Surabaya, Rabu.
Bahkan, kemenangan juara dua kali NBL Indonesia itu harus ditentukan pada 30 detik menjelang laga berakhir, setelah sejak kuarter pertama selalu tertinggal dalam pengumpulan angka.
Tembakan bebas beruntun dari Faisal Julius Achmad yang meluncur mulus ke dalam jaring mengakhiri perlawanan Bandung Utama. Sebelumnya, Amin Prihantono mampu mencuri bola dari penguasaan lawan dan menyeimbangkan skor 51-51 saat waktu tersisa satu menit.
Pemain Bandung Utama yang kelabakan mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari Satria Muda, akhirnya harus melakukan pelanggaran terhadap pemain lawan dan berbuah hukuman tembakan bebas.
"Kami harus akui permainan Bandung Utama sangat di luar dugaan. Tapi, kami beruntung anak-anak bisa bangkit di kuarter terakhir dan membalikkan keadaan," kata pelatih Satria Muda Britama, Cokorda Raka Satrya Wibawa.
Kemenangan keempat beruntun ini memantapkan Satria Muda kokoh di puncak klasemen Grup A dan memastikan lolos ke babak semifinal, bersama Dell Aspac Jakarta yang menempati peringkat kedua.
Terlepas dari kemenangan Satria Muda, permainan "ngeyel" (bersikeras) yang diperagakan tim "kuda hitam" Bandung Utama layak diapresiasi. Sejak kuarter pertama, mereka bermain agresif dan memimpin 20-15.
Keunggulan Surliyadin dan kawan-kawan mampu dipertahankan hingga akhir kuarter kedua 30-25 dan sempat memperlebar jarak sembilan angka sebelum menutup kuarter ketiga dengan 42-36.
Bermodal mental juara dan materi pemain berpengalaman, Satria Muda akhirnya mampu mengejar ketinggalan di menit akhir dan selanjutnya menyudahi dominasi Bandung Utama dengan skor 54-51.
"Meskipun kalah, tapi secara keseluruhan kami puas dengan penampilan anak-anak. Memang masih ada kelemahan yang harus dibenahi," kata pemain berposisi "forward" Bandung Utama, Luke Martinus. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.