Surabaya (Antara Jatim) - Dewan Perwakilan Cabang Angkutan Khusus Organda Tanjung Perak siap melakukan konversi seluruh armadanya untuk menggunakan bahan bakar gas (BBG) dari sebelumnya memakai bahan bakar minyak (BBM).
"Untuk merealisasinya, kami menyiapkan dana investasi senilai Rp100 miliar," kata Ketua Umum DPC Ansus Organda Tanjung Perak, Kody Lamahayu, di Surabaya, Rabu.
Oleh sebab itu, ungkap dia, saat ini telah menyiapkan 200 armada tambahan khusus dan akan dioperasikan di Terminal Multipurpose Teluk Lamong. Jumlah tersebut terdiri dari 100 armada trailer dan 100 armada lainnya untuk "dump truck".
"Ketersediaan armada itu tidak lepas dari program Pelindo III menyiapkan Teluk Lamong sebagai 'Green Port' sehingga semua armada yang beroperasi, harus ramah lingkungan," ujarnya.
Mengenai kebutuhan armada dengan BBG tersebut, jelas dia, pada tahun pertama mencapai sekitar 100 unit truk. Di sisi lain, untuk menyiapkan truk berbahan solar dengan teknologi Euro 4 maka per unitnya memerlukan dana senilai Rp1,7 miliar.
"Meski kami masih boleh menggunakan truk berbahan bakar solar tapi harus sudah menggunakan solar Euro 4 atau Euro 5," katanya.
Walau demikian, tambah dia, permasalahannya sekarang adalah harga solar Euro 4 maupun Euro 5 yang masih mahal. Padahal, harga untuk bahan bakar gas cenderung lebih murah.
"Terkait pembelian truk ramah lingkungan ini, kami menggunakan modal dari anggota. Investasi itu akan dikembangkan dalam bentuk koperasi atau konsorsium antar anggota dan masing-masing anggota berhak mengeluarkan investasinya untuk membeli truk," katanya.
Bahkan, sebut dia, pihaknya membuka peluang untuk pembentukan konsorsium atau koperasi ini maupun menggandeng investor di luar anggota. Selain itu, pihaknya berencana menggaet kalangan perbankan agar pembelian armada dapat lebih ringan.
"Untuk pinjaman dana itu, kini kami telah melakukan pendekatan dengan Bank Jatim dan Bank Mandiri. Semoga bunga kreditnya tidak terlalu tinggi," katanya.
Terkait Program "Eco Green Port", Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo III, Husein Latief, mengemukakan, upaya itu dikembangkan di Teluk Lamong dan mengharuskan semua truk memakai bahan bakar yang ramah lingkungan.
"Untuk itu bahan bakar yang diperbolehkan seperti solar Euro 4 dan 5, CNG, dan BBG," katanya.
Ia optimistis, konsep ramah lingkungan tersebut baik peralatan maupun bahan bakar yang digunakan dapat menciptakan Teluk Lamong sebagai pelabuhan yang bebas dari berbagai polusi. (*)
Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.