Surabaya (Antara Jatim) - Anggaran pembangunan salah satu wahana "seaworld" di Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang kini dalam pengelolaan BUMD Pemkot Surabaya diusulkan masuk dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2013 yang kini dibahas di DPRD setempat.
"Dalam PAK ini akan kita tambah Rp10 miliar, pada tahun depan 15-20 miliar rupiah untuk merealisasikan pembangunan 'seaworld'," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat ditemui di DPRD Surabaya, Senin.
Menurut dia, dana miliaran rupiah tersebut digelontorkan agar pembangunan sarana-prasarana di KBS menjadi jauh lebih baik. "Saya sudah sampaikan ke direksi KBS agar membuat yang bagus sekalian supaya tidak ketinggalan dengan yang lainya," katanya.
Untuk memberi kemudahan akses bagi para pengujung, pintu masuk KBS ditempatkan di sebelah selatan, mendekati dengan Terminal Joyoboyo, sekaligus mengarahkan kendaraan yang melintas melalui "froantage road" barat melewati terminal.
Hal ini dikarenakan sesuai rencana area parker pengunjung akan ditempatkan di sekitar Terminal Joyoboyo. "Jadi penurunan penumpang di selatan dekat terminal," katanya.
Risma mengatakan, untuk mengantisipasi kemacetan di sekitar pintu masuk, akan dibuat akses KBS dan terminal melalui jalur atas. "Tidak menganggu akses bawah ke arah Gunung Sari, karena akan melewati atas," katanya.
Direktur Keuangan Perusahaa Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS Fuad Hasan sebelumnya menjelaskan memang biaya pembangunan "seaworld" telah diprediksi mencapai Rp5 miliar sampai. Namun, angka tersebut masih hitungan kasar sehingga diperlukan arsitek dan konsultan ahli untuk menghitung secara pasti berapa anggaran yang diperlukan.
Dia mengatakan, itu ditujukan agar memastikan apakah anggaran tambahan dari Pemkot Surabaya sekitar Rp10 miliar itu benar-benar cukup. "Kita tidak ingin gegabah karena itu harus dihitung dengan tepat," jelasnya.
Jika ternyata untuk membangun "seaworld" tidak cukup dengan Rp10 miliar, maka PDTS akan mengalihkan anggaran tersebut pada pembangunan lain yang dirasa anggarannya cukup. "Ini sebagai antisipasi saja, jika ternyata tidak cukup, maka harus ada bagian lain yang dibangun dan anggarannya cukup," katanya. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.