Namun, bagi wisatawan yang ingin menikmati semilir angin, TRS juga menyediakan lahan bagi wisatawan untuk menikmati kebersamaan dengan keluarga. Ada area yang bisa dimanfaatkan untuk menikmati makan bersama keluarga dengan menggelar tikar.
Tiket masuk pun juga tidak terlalu mahal, yakni sebesar Rp18 ribu pada hari-hari biasa atau Rp20 ribu sampai Rp25 ribu pada saat hari-hari besar dan liburan panjang. Dengan tiket yang cukup murah itu, masyarakat lebih bisa menjangkaunya, apalagi sejumlah wahana yang bisa dinikmati pengunjung juga tidak dipungut biaya.
Pengunjung bisa menikmati berbagai wahana dengan sepuasnya, seperti mainan anak-anak. Memang ada beberapa wahana yang tetap dipungut biaya, seperti perahu yang mengelilingi kapal selama 15 menit dipungut karcis Rp6.000 per orang.
Selain itu rumah hantu yang berada di area kapal bajak laut dipungut biaya sebesar Rp7.500 per orang dan flying fox sebesar Rp15 ribu untuk satu kali meluncur.
"Berwisata ke TRS ini tidak terlalu banyak mengeluarkan uang dan dengan anggaran yang minim pun kita bisa berwisata. Berbeda dengan taman wisata lainnya, khususnya yang ada di Kota Batu, kita harus mengeluarkan uang cukup besar, sebab untuk sekali masuk setiap orang harus mengeluarkan uang minimal Rp60 ribu sampai Rp90 ribu dalam satu paket, itu pun belum termasuk wahana yang ada di dalam," kata salah seorang pengunjung asal Rembang, Jawa Tengah, Yani.
Pada setiap musim Lebaran sejumlah taman wisata di wilayah Malang raya padat pengunjung. Taman Rekreasi Sengkaling menjadi andalan wisata Kabupaten Malang untuk mendulang pendapatan asli daerah (PAD).
Setelah bertahun-tahun dikelola oleh PT Bentoel, Taman Rekreasi Sengkaling diambilalih oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan rencananya akan dikembangkan dan diperluas lagi. (*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.