Jember (Antara Jatim) - Daerah Operasi IX PT KAI (Pasuruan - Jember - Banyuwangi) menyiapkan 25 penilik perlintasan ekstra untuk memantau rel yang rawan banjir, tanah longsor, dan perlintasan yang tidak berpalang pintu selama arus mudik Lebaran pada 2-17 Agustus.
"Kami melakukan antisipasi untuk langkah preventif, karena sebelum Lebaran sempat ada tebing longsor di Garahan-Kalibaru dan kecelakaan kereta api dengan mobil di Argopuro," kata Manajer Humas PT KAI Daops IX Gatut Sutiyatmoko kepada Antara di Jember, Selasa.
Ia menjelaskan titik rawan banjir antara lain di Rogojampi-Banyuwangi, Pasuruan-Bangil, dan Jember-Arjasa, sedangkan titik rawan longsor antara lain di Garahan-Kalibaru.
"Untuk antisipasi titik rawan banjir, kami membuat saluran air agar genangan air memiliki saluran alternatif, sedangkan untuk antisipasi titik rawan longsor telah dilakukan bersih-bersih tebing, sekaligus mendeteksi kondisi tanah," katanya.
Sementara itu, penjagaan perlintasan jalur rel tanpa palang pintu juga melibatkan penilik jalan ekstra untuk mengawasi 371 perlintasan yang hanya 82 perlintasan yang berpalang pintu, sedangkan 289 perlintasan yang liar (tidak berpalang pintu).
"Tidak hanya itu, kami juga memasang papan peringatan dan spanduk imbauan kepada masyarakat yang melintasi perlintasan tanpa palang pintu untuk berhati-hati," katanya.
Tahun lalu, kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu terjadi dua kali selama arus mudik 2012 yakni Bayeman-Probolinggo dan Jatiroto-Klakah (Lumajang). "Tahun ini sempat terjadi di Argopuro, tapi sebelum arus mudik lebaran," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan 25 penilik perlintasan ekstra, sekaligus menyiapkan AMUS (alat material untuk siaga), seperti batu geragal, pasir dalam karung, alat penahan jembatan, atau alat penambat lainnya. "Semuanya disiapkan di dalam gerbong," katanya. (*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.