Budapest (Antara/AFP) - Masalah-masalah politik dan keuangan dapat mengancam Grand Prix India dan Korea Selatan (Korsel), ketika petinggi Formula 1 Bernie Ecclestone ingin menambahi ajang-ajang balap baru di Amerika Serikat, Rusia, dan Austria. Ecclestone memperlihatkan keraguan-keraguan mengenai kedua negara itu untuk menjadi tuan rumah balap pada 2014 pada pertemuan tertutup antara petinggi-petinggi tim di paddock pada Grand Prix Hungaria akhir pekan silam. "Saya menggiring banyak bola," ucapnya seperti dilaporkan beberapa media. Formula 1 ingin menambahi tiga balap pada kalender mereka di 2014, ketika kota Sochi dengan resor Laut Hitam dan merupakan tuan rumah Olimpiade Musim Dingin siap untuk menjadi sirkuit pertama di Rusia yang akan menyelenggarakan balap ini. Austria akan kembali menjadi tuan rumah balap Formula 1, di mana Spielberg akan menjadi tempat berlangsungnya balap, sedangkan New Jersey di AS juga akan dimasukkan dalam kalender tahun depan. Bagi Korsel, nampaknya keputusan untuk tidak meneruskan menjadi tuan rumah Formula 1 merupakan langkah yang logis, di mana sirkuit Yeongnam yang berada di sebelah selatan Seoul telah kehilangan uang sejak pertama kali menyelenggarakan balap itu pada 2010, dan otoritas lokal tidak mau menutup kerugian. India pertama kali menyelenggarakan balap Formula 1 pada 2011 di sirkuit yang didanai pihak swasta di Greater Noida dekat ibukota, New Delhi, namun mereka kesulitan untuk menarik minat masyarakat luas. Sementara itu pemerintah India, berniat untuk menarik pajak dari para pebalap selama mereka berada di negara itu sebagai bentuk imbal-balik dari penerimaan mereka. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026