Surabaya (AntaraJatim) - PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) Daerah Operasional VIII Surabaya menyediakan 5.200 tiket gratis bagi pemudik Lebaran 1434 Hijriah karena kian besarnya animo masyarakat melakukan perjalanan ke kampung halaman dengan kereta api.
"Upaya yang kami realisasi baik untuk arus mudik maupun balik secara gratis dengan kereta api tersebut bisa dinikmati penumpang ke berbagai tujuan di wilayah Jawa Timur," kata Manajer Humas PT KAI Daop VIII Surabaya, Zakaria, dihubungi di Surabaya, Senin.
Menurut dia, hal itu sekaligus membantu masyarakat khususnya mereka yang berencana mudik tetapi harus menyesal karena kehabisan tiket. Kereta api yang dioperasikan untuk program mudik dan balik gratis tersebut dijadwalkan pada tanggal 2 s/d 9 Agustus 2013.
"Contoh, KA Penataran dengan jurusan Blitar dan Malang, KA Dhoho jurusan Blitar-Kertosono, KRD jurusan Kertosono, KA Arjuna Ekspres jurusan Madiun PP, dan KA Cepu Ekspres jurusan Cepu PP," ujarnya.
Mengenai kapasitas angkut, jelas dia, jumlah maksimal 150 persen dari total tempat duduk pada masing-masing armada. Meski demikian, terkait masalah pelayanan pada penumpang di stasiun lintas yang dilalui KAI mengimbau agar penumpang dapat menyesuaikannya dengan keseterdiaan sisa kapasitas angkut.
"Selain itu, arus balik kereta yang sama juga digratiskan. Namun, berlaku pada tanggal 10 hingga 13 Agustus 2013 dan hanya melayani 13 kali pemberangkatan setiap hari dengan daya tampung sekitar 400 penumpang tiap keretanya," katanya.
Untuk memperoleh tiket mudik dan balik gratis tersebut, tambah dia, dengan memenuhi sejumlah persyaratan dan ketentuan pemesanan. Tepatnya, mulai tujuh hari sebelum keberangkatan kereta api sampai dengan keberangkatan moda transportasi di stasiun yang sudah ada.
"Calon penumpang cukup mengisi formulir pemesanan tiket dan melampirkan fotokopi KTP penumpang yang akan berangkat. Tiket itu hanya berlaku pada nama yang tercetak di tiket dan pada jadwal yang tertera pada tiket tersebut," katanya.
Di samping itu, lanjut dia, KAI telah meminta bantuan personel dari Brimob yang disiagakan untuk menjaga keamanan baik di dalam kereta maupun stasiun yang menjadi wilayah Daop VIII selama arus mudik hingga balik Lebaran 1434 H.
"Sementara, untuk masalah posko mudik justru akan diberlakukan mulai H-7 jelang lebaran," katanya.(*)
Editor : Akhmad Munir
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.