Tulungagung (Antara Jatim) - Sujono (40), korban peluru nyasar yang memantul (rekoset) saat penembakan empat terduga teroris di sebuah warung kopi belakang halte bus Jalan Pahlawan, Kota Tulungagung, Jawa Timur, Senin, saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD dr Iskak, Tulungagung.
Staf Humas RSUD dr Iskak, Sujianto membenarkan adanya korban penembakan yang belakangan diklarifikasi polisi sebagai peluru nyasar (peluru rekoset), dirawat di instalasi rawat darurat (IRD) RSUD dr Iskak.
"Korban saat ini masih menjalani observasi di ruang instalasi bedah (IRD), kondisinya cukup baik," terangnya.
Namun, Sujianto menolak memberi keterangan lebih lanjut dengan alasan semua pernyataan terkait insiden penangkapan terduga teroris maupun korban peluru rekoset (nyasar) diambil alih langsung oleh kepolisian.
"Silahkan klarifikasi ke yang berwenang (kepolisian), saya tidak enak jika memberi pernyataa karena tadi sudah dipesan (polisi) begitu," imbuhnya.
Meski menolak berkomentar banyak, Sujianto memastikan kondisi Sujono, korban peluru nyasar anggota Densus 88 Antiteror saat penembakan empat terduga teroris di sebuah warung kopi di Jalan Pahlawan, Kota Tulungagung dalam kondisi cukup baik.
Sujono yang berdomisili asli di Desa Karangwaru, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung tersebut juga dalam kondisi sadar.
Hanya, lanjut dia, tim medis RSUD dr Iskak sejauh ini belum melakukan pengangkatan proyektil peluru yang bersarang di pinggul kanan korban. "Mungkin besok, saat ini masih tahap observasi," jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono memastikan ada satu orang warga tidak terkait terorisme menjadi korban peluru rekoset tim Densus 88.
Kata dia, korban terkena pecahan peluru yang memantul (rekoset) saat ditembakkan ke arah dua terduga teroris jaringan Poso, Dayah (bukan Dayat) dan Riza.
"Korban sudah dirawat di rumah sakit. Kami tadi sudah menjenguk korban dan kondisinya cukup baik," terang Kapolda.
Unggung Cahyono memastikan, seluruh biaya perawatan maupun operasi korban peluru nyasar akan ditanggung sepenuhnya oleh Polri.
Hanya, Kapolda tidak menyinggung kemungkinan memberikan santunan ataupun semacam ganti rugi atas insiden peluru nyasar tersebut.
"Sudah sudah, yang bersangkutan pastinya mendapat perhatian penuh dari kepolisian," jawabnya singkat.
Sujono merupakan satu-satunya korban peluru nyasar tim Densus 88 Antiteror saat melakukan penggerebekan di warung kopi Mbak Mimin, belakang halte bus Jalan Pahlawan, Kota Tulungagung, Senin sekitar pukul 08.45 WIB.
Menurut keterangan warga, saat kejadian korban sedang nongkrong di warung kopi bersebelahan dengan keempat terduga teroris yang digerebek tim Densus 88.(*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.