Kediri (Antara Jatim) - Bayi kembar siam anak pasangan Imam Sayuti (37) dan Endik Indahwati (33) warga Desa Jambean, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo, Surabaya untuk perawatan lebih lanjut. Ketua tim penjemputan RSUD Dr Soetomo Muh Syakir, Rabu mengatakan sudah menyiapkan segala perlengkapan untuk membawa bayi tersebut. Ia juga membawa kendaraan sendiri dengan sejumlah tim medis lainnya. "Terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi kami persiapkan. Bisa saja di perjalanan terjadi ketidakstabilan suhu," katanya ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran, Kediri. Ia mengatakan, bayi sangat rentan terjadi "hipotermia", sehingga memang memerlukan alat penghangat. Selain itu, tim medis juga menyiapkan oksigen, alat penghisap, mengantisipasi jika bayi itu muntah dalam perjalanan. Pihaknya juga belum bisa memastikan kepastian operasi pada kedua bayi yang mengalami kembar siam tersebut. Tim medis Dr Seotomo masih memerlukan evaluasi terlebih dahulu tentang kondisi kedua bayi tersebut. Ia menyebutkan, beberapa hal yang harus diperhatikan seperti fungsi organ vitalnya yaitu jantung apakah normal atau ada kelainan, komponen paru-paru apakah satu atau dua, usus, serta sejumlah organ lainnya. "Kami perlu pemeriksaan lebih lengkap lagi. Kami kumpulkan data terlebih dahulu baru nanti akan dilakukan sikap," katanya menjelaskan. Dokter anastesi itu juga mengatakan kondisi kedua bayi saat ini masih dalam tahap pemantauan. Bayi pertama lebih baik daripada bayi kedua. Namun, apakah keduanya bisa dilakukan operasi, masih menunggu kondisi keduanya lebih baik lagi. Bayi kembar siam lahir dan dirawat di RSUD Gambiran, Kediri. Bayi dengan jenis kelamin perempuan itu dilahirkan dengan panjang 47 sentimeter dan berat badan 5.120. Secara fisik bayi itu mempunyai tangan dan kaki lengkap masing-masing. Bagian kepala, kaki, serta tangan keduanya terpisah, begitu juga dengan bagian panggul terpisah. Sementara itu, bagian perut bayi dempet, tulang iga saling berhubungan, mempunyai dua hati satu kecil dan satunya lagi besar, dan usus yang saling berhubungan tapi terpisah. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026