Sidoarjo (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terpaksa harus menurunkan volume pengerjaan perbaikan jalan rusak kabupaten setempat, karena adanya rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Sidoarjo Sigit Setiawan mengatakan, penurunan volume pekerjaan tersebut merupakan imbas dari rencana kenaikan BBM dalam waktu dekat ini.
"Jika sebelumnya volume pengerjaan perbaikan jalan rusak sepanjang 1 kilometer terpaksa harus dikurangi menjadi 900 meter," katanya saat dikonfirmasi di Sidoarjo, Selasa.
Ia mengemukakan, pengurangan tersebut dilakukan mengingat harga material yang digunakan untuk perbaikan jalan juga mengalami peningkatan terkait dengan rencana kenaikan BBM tersebut.
"Namun, kekurangan volume tersebut akan kami lakukan pada rencana pembangunan berikutnya karena tidak mungkin bagi kami untuk menambah nominal dari proyek tersebut," katanya.
Ia mengakui, jika saat ini memang masih belum ada pernyataan resmi terkait dengan rencana kenaikan BBM tersebut, tetapi pihaknya sudah mengantisipasinya pada saat proses lelang berlangsung.
"Pada saat lelang kami sudah menggunakan harga material terbaru dan diharapkan nilai tersebut tidak banyak berubah pada saat kenaikan harga BBM nanti," katanya.
Ia mengatakan, pengurangan volume tersebut tidak hanya terjadi pada perbaikan jalan rusak saja tetapi pada seluruh proyek yang dikerjakan.
"Seperti pada perbaikan trotoar jalan dan juga perbaikan jembatan," katanya.
Tetapi khusus untuk perbaikan jembatan, kata dia, difokuskan pada perbaikan utama saja. Sedangkan, untuk asesoris jembatan akan diikutkan pada anggaran berikutnya.(*)
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.