Mosul (Antara/AFP) - Seorang calon dalam pemilihan umum tingkat provinsi yang akan berlangsung di Irak pekan depan ditembak mati seusai melaksanakan sholat Jumat di kota wilayah utara, Mosul, kata sejumlah pejabat. Muhanad Ghazi, seorang Arab Sunni, dibunuh ketika ia berjalan pulang dari masjid di Mosul timur. Sedikitnya enam calon dibunuh di kota itu menjelang pemilihan umum 20 Juni dalam delapan serangan yang ditujukan pada bakal anggota dewan provinsi di kota tersebut dan provinsi sekitarnya, Nineveh. Nineveh dan Anbar, dua provinsi di Irak utara dan barat, melaksanakan pemilu dua bulan setelah wilayah-wilayah lain di negara itu karena kekhawatiran mengenai keamanan. Ghazi adalah anggota Perhimpunan Republik Irak, sebuah partai lokal yang dipimpin oleh seorang mantan gubernur Nineveh. Militan Sunni terkait Al Qaida sering menyerang orang-orang Sunni yang mencalonkan diri dalam pemilu dalam upaya merusak kepercayaan pada proses politik dan mengintimidasi pemilih. Lebih dari sepuluh orang tewas dalam serangan-serangan pada calon anggota dewan daerah menjelang pemilu 20 April di 12 provinsi, dan juga pada Kamis di Anbar dan Nineveh. Serangan-serangan di Baghdad dan penjuru lain Irak meningkat tajam dan Mei merupakan bulan paling mematikan sejak 2008, dimana lebih dari 1.000 orang tewas, menurut PBB. Seorang utusan PBB untuk Irak memperingatkan bahwa kekerasan sudah "siap meledak". Serangan-serangan Jumat itu merupakan yang terakhir dari gelombang pemboman dan serangan bunuh diri di tengah krisis politik antara Perdana Menteri Nuri al-Maliki dan mitra-mitra pemerintahnya dan pawai protes selama beberapa pekan yang menuntut pengunduran dirinya. (*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026