Ponorogo (Antara Jatim) - Rumah Tahanan (Rutan) Ponorogo, Jawa Timur meminta bantuan jajaran kepolisian di wilayah Polda Jawa Tengah untuk memburu tiga narapidana kasus pencurian kendaraan bermotor yang kabur dengan cara menggergaji jeruji besi sel tahanan, Kamis (13/6) dinihari.
"Seluruh jajaran kepolisian yang berbatasan dengan Ponorogo telah kami surati untuk dimintai bantuan, termasuk jajaran kepolisian di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah," kata Kepala Rutan Kelas IIb Ponorogo, Subakdo, Jumat.
Namun hingga berita ini ditulis, ketiga napi yang selama ini menghuni kamar sel tahanan D6 tersebut belum kunjung terdeteksi keberadaannya.
Selain jajaran kepolisian di wilayah hukum Ponorogo maupun sekitarnya, Subakdo mengatakan pihaknya juga telah menyampaikan pemberitahuan kepada Kejaksaan Negeri serta Pengadilan Negeri Ponorogo.
Kepada masing-masing instansi, kata Subakdo berharap pemberitahuan tertulis itu bisa ditindaklanjuti dengan melakukan pencarian/pengejaran sesuai prosedur hukum di tingkatan dan wilayah masing-masing.
Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Misrun menegaskan upaya pencarian/perburuan terhadap ketiga napi yang kabur masih terus dilakukan.
"Pengejaran terus dilakukan dan yang jelas kami selalu mem-back up upaya itu," jawab Misrun.
Ketiga napi yang kabur itu masing-masing adalah Andri Prasetyo asal Jombang, Mulyono asal Sukoharjo Jawa Tengah, dan Suyanto asal Ponorogo.
Ketiga napi yang berada dalam satu sel tahanan itu kabur dengan cara menggergaji jeruji besi sel mereka lalu memanjat tembok depan dengan baju yang diikat sambung-menyambung dan digunakan sebagai tali.
Subakdo mengatakan, meski telah kecolongan dengan kaburnya ketiga napi tersebut, pihaknya tidak melakukan perubahan sistem pengamanan.
Ia berdalih pengamanan tetap diperketat seperti biasanya dimana jumlah anggota tiap regu masih sama, yaitu lima orang.
Jumlah giliran jaga juga masih tetap sama. Subakdo menyatakan ia hanya memaksimalkan pembinaan dan peningkatan perhatian.
"Kalau mau nambah personel tidak bisa. Jumlah personel kami terbatas. Kami harus lebih waspada sebab ibaratnya kami ini berada di dalam kandang macan. Lengah sedikit maka kami yang diterkam," kata Subakdo. (*)
Editor : Akhmad Munir
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.