Situbondo (ANTARA) - Dirjen PAUD, Dikdas dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Gogot Suharwoto meluncurkan Gerakan Mandiri Anak Situbondo (Gemas) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Sabtu.

"Kami apresiasi kepada Pak Bupati Situbondo yang telah menyiapkan kegiatan Festival Edukasi (EduFest) Gemas, dan ini jarang sekali digelar di tempat lain, menurut kami ini merupakan salah satu yang terbaik yang pernah saya datangi di Indonesia," kata Dirjen Gogot usai peluncuran Gemas di Gelora Situbondo.

Gerakan Mandiri Anak Situbondo yang merupakan inovasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo itu, lanjut dia, memadukan antara empat hal, yakni mulai dari pendidikan di sekolah, pendidikan di keluarga, di masyarakat dan pendidikan media digital.

Keempat hal tersebut, kata Gogot, telah dilakukan di lembaga pendidikan di Situbondo mulai PAUD, sekolah dasar dan sekolah menengah pertama (SMP), sehingga anak-anak selalu produktif.

"Di sekolah belajar dan di rumah juga ada kegiatan kemandirian keseharian, di masyarakat juga melalui kegiatan-kegiatan yang lain, sedangkan media digital juga sudah disiapkan melalui gerakan Gesit Ber-PID, jadi empat-empatnya sudah terpenuhi," kata Gogot Suharwoto.

Namun demikian, dia sudah mendiskusikan bahwa papan interaktif digital di semua sekolah (TK, SD dan SMP) kecuali di PAUD.

"Hanya ada TK atau KB yang muridnya berusia 5-6 tahun, dan kami tidak mendorong untuk yang terlalu kecil karena berisiko, nanti akan mengganggu konsentrasi. Jadi jangan salah paham, ini untuk hanya anak yang minimal 5-6 tahun," kata dia.

Gogot menyampaikan digitalisasi pembelajaran tidak hanya pada perangkat, tapi juga pemberian pelatihan kontennya, dan di Situbondo sendiri telah mencetak rekor melalui program Gesit Ber-PID dengan membuat konten lebih dari 6.000.

"Ini luar biasa dukungan Pak Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan juga. Papan interaktif digital dari Kemendikdasmen bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk pembelajaran," tutur dia.

Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menjelaskan bahwa program Gemas merupakan sebuah pemikiran murni dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo untuk menjembatani kepentingan masa depan anak-anak di Kota Santri itu.

"Jadi, mindset-nya anak-anak didesain dari awal agar mereka punya karakter, punya kebiasaan bahwa kesuksesan itu tidak hanya dari bangku sekolah, tapi juga dimulai dari rumah, seperti pekerjaan rumah, tanggung jawab di rumah selain di sekolah," katanya.

Dimulai dari pekerjaan rumah dan tanggung jawab di rumah itulah, kata Rio, mentalitas anak-anak akan terbentuk selain dari sekolah.

"Kebiasaan seperti cuci baju sendiri, menyeterika baju sendiri, bersih-bersih rumah, itulah yang membentuk komponen mentalitas anak ketika mereka sudah dewasa nanti," ujarnya.

 

 



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026