Gresik, (Antara Jatim) - Sebanyak 73.091 warga Kabupaten Gresik, Jawa Timur, belum terdata dalam KTP elektronik dari total 854.483 warga wajib e-KTP, karena adanya keterbatasan fisik dan mental serta adanya warga yang meninggal dunia. "Hingga bulan April 2013 masih ada 73.091 warga wajib e-KTP yang belum terdata, karena meninggal dunia serta keterbatasan mental dan fisik dalam melakukan perekaman," kata Wakil Bupati Gresik, Muhammad Qosim, saat acara sosialisasi e-KTP di kabupaten setempat, Selasa. Dalam sosialisasi yang dihadiri Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kemdagri, Irman, ia mengatakan pendataan e-KTP di wilayah Kabupaten Gresik hingga kini telah mencapai 761.393 warga dari target 854.483 warga wajib KTP. Sisanya, 14.666 warga meninggal dunia, 3.404 terkena keterbatasan fisik dan mental dan 20.971 warga telah melakukan perekaman di tempat lain. "Oleh karena itu, untuk menyukseskan program e-KTP secara nasional, pemkab akan menyisir ke berbagai tempat terpencil, seperti di kos-kosan, pondok pesantren, dan beberapa tempat yang banyak tinggal penduduk musiman," katanya. Qosim meminta kepada dinas kependudukan setempat untuk mendata semua warga yang belum melakukan perekaman, meski bukan warga Gresik. "Yang terpenting semua yang tinggal di Gresik meski hanya sehari bisa dilakukan perekaman," ucapnya. Terkait adanya kekhawatiran perekaman ganda, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kemdagri, Irman menjelaskan tidak akan terjadi, sebab sistem yang dibuat tidak memungkinkan adanya data ganda masuk. "Apabila sudah melakukan perekaman dapat dipastikan perekaman kedua, ketiga dan seterusnya tidak bakal masuk database, dan ini sudah diatur dan diujicobakan, sehingga perekaman data e-KTP dapat dilakukan di berbagai daerah meski warga bersangkutan tidak tinggal di daerah tersebut," katanya. Dalam kesempatan itu, Irman mengapresiasi pendataan yang dilakukan Pemkab Gresik, sebab tim e-KTP Gresik dinyatakan sukses melaksanakan program nasional ini hingga lebih dari 80 persen warga wajib e-KTP. Irman juga menyatakan bahwa kedatangannya ke Gresik membawa 10 ribu keping fisik e-KTP warga Gresik yang telah jadi. (*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026