Surabaya (Antara Jatim) - Distribusi solar subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jawa Timur mulai berlangsung kondusif seiring dengan penambahan pasokan komoditas tersebut melebihi penyaluran harian normal. "Assistant Manager External Relation" PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region V, Eviyanti Rofraida mengungkapkan, sejak Selasa ini Pertamina telah meningkatkan pasokan solar subsidi dengan menambah pasokan antara tiga persen hingga 80 persen di atas penyaluran harian normal. "Kondisi itu juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kabupaten/kota di Jatim," ujarnya, ditemui di Surabaya, Selasa. Meski demikian, jelas dia, sampai sekarang berdasarkan pantauan dari Tim Satgas Implementasi Kebijakan BBM PSO Pertamina  menunjukkan situasi penyaluran solar subsidi di SPBU di berbagai daerah dilaporkan lancar. "Hal itu mampu merealisasi komitmen kami untuk meningkatkan penyaluran solar subsidi," ucapnya. Selain itu, tambah dia, pihaknya juga telah berhasil mengurai antrean pembeli di SPBU yang terjadi sejak akhir pekan lalu. Apalagi, sampai sekarang stok solar subsidi di berbagai SPBU pada level sangat aman. "Untuk menjaga agar situasi tetap berjalan kondusif, kami telah berupaya menambah jumlah mobil tangki BBM," tuturnya. Khususnya, sebut dia, dengan mengerahkan seluruh armada yang menyalurkan solar subsidi ke seluruh pelosok Jatim. Bahkan pihaknya melakukan alih pasokan ke terminal BBM terdekat untuk mempercepat pelayanan. "Di samping itu, kami menambah jam pelayanan terminal BBM hingga 24 jam dan membuka pelayanan pada hari Minggu," katanya. Di sisi lain, lanjut dia, ketersediaan dan penyaluran LPG di Jawa Timur juga dalam kondisi normal. Oleh karena itu, Pertamina mengimbau masyarakat agar mereka tidak perlu melakukan pembelian secara besar-besaran menyusul isu perubahan harga BBM. "Apalagi pemerintah secara resmi sudah menyatakan bahwa perubahan harga BBM akan menunggu hasil pembahasan APBN-Perubahan bersama DPR RI," tukasnya. Sementara itu, ia menegaskan, terjadinya antrean yang terjadi selama ini bukan disebabkan faktor kelangkaan stok ataupun distribusi Pertamina.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026