Denpasar (Antara) - Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, terus berupaya menjaring wisatawan mancanegara dari Bali untuk meningkatkan kunjungan wisata ke daerah itu. "Harus diakui Bali ini sentralnya pariwisata. Tentu wisman yang berkunjung ke Bali harus mendapat alternatif destinasi lain. Sejak 2007, kami gencar mempromosikan wisata Kabupaten Kediri di Bali," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri, Joko Suwono, di Denpasar, Rabu malam. Menurut dia, promosi wisata yang dilakukan di Bali itu berdampak positif terhadap kunjungan pariwisata. "Bahkan tahun lalu, kami bisa menyumbangkan PAD dari sektor pariwisata senilai Rp3,2 miliar, padahal targetnya hanya Rp2,4 miliar. Tahun ini kami menargetkan Rp2,9 miliar," katanya di sela-sela mempromosikan objek wisata Kabupaten Kediri kepada sejumlah pelaku bisnis dan asosiasi industri pariwisata di Bali itu. Sejak beberapa tahun lalu, Pemkab Kediri membentuk "Kediri Tourism Forum" (KTF) di Bali. "Tahun ini kami membentuk KTF di Jakarta karena keberadaan forum ini sangat membantu peningkatan kunjungan wisata ke daerah kami," katanya, didampingi Ketua KTF Bali Amos Lilo. Jika selama ini wisman yang melakukan perjalanan darat dari Bali menuju Yogyakarta singgah di Kabupaten Kediri untuk mengunjungi sejumlah objek wisata, maka mulai tahun ini Disbudpar membidik wisman dari Jakarta tujuan Blitar dan Batu. Disbudpar Kabupaten Kediri masih mengandalkan objek wisata Gunung Kelud beserta fasilitas lainnya, seperti pemandian air panas yang ditampung dari sela-sela kubah lava dan wahana petualangan lainnya. "Tahun lalu Gunung Kelud dikunjungi sekitar 1.500 wisman. Mereka kebanyakan wisman yang melakukan perjalanan darat dari Yogyakarta menuju Batu dan Gunung Bromo," kata Joko. Pihaknya juga menjamin keamanan wisman di Gunung Kelud dengan bantuan petugas Pos Pengamatan Gunung Api Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, yang memantau aktivitas vulkanik selama 24 jam penuh. "Pos pengamatan juga menyediakan wisata edukasi. Di pos itu pengunjung akan tahu sejarah letusan Gunung Kelud," katanya mengenai gunung api berketinggian 1.731 meter dari permukaan laut yang terakhir kali meletus pada November 2007 itu. Selain Gunung Kelud, Pemkab Kediri juga memiliki objek wisata lain, seperti Gereja Puhsarang yang dilengkapi dengan stasi jalan salib, Air Terjun Ironggolo, Air Terjun Dolo, Petilasan Sri Aji Joyoboyo, Candi Surowono, Candi Tegowangi, dan monumen Simpang Lima Gumul yang menyerupai bangunan L'arch Triomphe di Prancis. Sementara itu, Ketua KTF Bali Amos Lilo akan berupaya meningkatkan kunjungan wisman ke Kabupaten Kediri melalui sejumlah agen perjalanan wisata di Bali. "Potensi wisata di Kabupaten Kediri tidak kalah menarik dengan di Bali. Kami akan terus membantu Pemkab Kediri," kata Humas Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali itu. (*)


Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026