Gresik, (Antara Jatim) - Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik mencatat lasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah itu terus menyebar ke seluruh kecamatan dan hingga April 2013 tercatat mencapai 294 kasus. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr Sugeng Widodo, Senin mengatakan hingga April 2013 tercatat hampir semua kecamatan terkena kasus DBD dan hanya satu kecamatan yang tidak terkena, yakni Kecamatan Tambak di Pulau Bawean. "Sebaran penyakit DBD di Kabupaten Gresik sudah meluas hingga 17 kecamatan atau 129 desa dari total 18 kecamatan yang ada," katanya. Meski demikian data rincian kasus setiap bulannya cenderung menurun, dari awalnya bulan Januari sebanyak 116 penderita, Februari 99 penderita, Maret 61 penderita serta April yang hanya 29 penderita. "Dari total data itu, penyebaran tertinggi DBD pada tahun 2013 ada di Kecamatan Manyar sebanyak 49 kasus, Kecamatan Kebomas 42 kasus, disusul Kecamatan Gresik 39 penderita," katanya. Sementara itu, Sugeng telah menginstrukaikan jajaran yang ada di bawahnya untuk berperang terhadap kasus DBD, yakni dengan melakukan penyemprotan atau "fogging focus" di beberapa kecamatan yang terjangkit DBD. "Fogging akan kami lakukan di wilayah yang ada penderitanya, hingga pada radius 200 meter dari lokasi penderita, dan akan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan epidemologi (PE) daerah yang akan disemprot," katanya. Ia menjelaskan, pada tahun 2013, Pemkab Gresik telah mengganggarkan sebanyak 200 fogging focus untuk seluruh wilayah Gresik. "Nanti apabila ada kekurangan kami akan minta tambahan bantuan ke pemerintah provinsi," katanya. Oleh karena itu, Sugeng berharap agar masyarakat tetap berhati-hati dan menjaga kesehatannya dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang ada di sejumlah wilayah, tujuannya untuk meniadakan jentik nyamuk pada genangan air," katanya. (*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026