Surabaya (Antara Jatim) - Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Jawa Timur menggelar serangkaian tes bagi 130 bakal calon legislatif yang akan duduk di kursi DPRD I tingkat provinsi pada Pemilihan Umum Legislatif 2014. "Tes ini untuk mengukur tingkat kualitas seorang bacaleg. Kami tidak ingin memiliki kader yang mewakili rakyat, namun tidak berkualitas," ujar Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim, Boni Laksamana, kepada wartawan di sela tes di Kantor DPD di Surabaya, Rabu. Hasil dari serangkaian tes itu, menurut dia, untuk melihat potensi dan pemetaan bagi kader yang mendaftarkan diri sebagai wakil rakyat dari Partai Demokrat. Beberapa tahapan dalam tes tersebut diantaranya tes psikologi, tes integritas, kemampuan komunikasi, kerja sama dan kepemimpinan. Nantinya, lanjut dia, dari jumlah tersebut akan disaring menjadi 100 Caleg dan selanjutnya didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim. "Namun yang terpenting, kami ingin melihat dedikasi dan loyalitas seorang bacaleg terhadap partai," kata Boni. Pihaknya optimistis target sebesar 15 persen dalam perolehan kursi di DPRD Jatim bisa terlampaui. Menurut dia, tingkat elektabilitas partai semakin menanjak usai digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) di Bali akhir Maret 2013. Sementara itu, panitia tes menggandeng lima universitas terkemuka di Jatim sebagai tim seleksi, yakni Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Negeri Jember, dan Universitas Trunojoyo Madura. Salah satu anggota tim seleksi, Sukowidodo mengaku nama-nama bacaleg akan diuji oleh lima pakar dari kelima universitas agar terlihat kualitas maupun kapabilitasnya. "Ada lima pakar yang menguji. Nanti hasilnya akan disampaikan dan terlihat ukuran seorang bacaleg yang maju melalui Partai Demokrat," katanya. Nantinya, kata dia, tim seleksi akan memberikan peringkat bacaleg pada akhir pekan ini. Kemudian, pertengahan pekan depan dilakukan tes berikutnya. "Tidak menutup kemungkinan peserta tes jumlahnya bertambah. Sebab bacaleg dari pengikutnya Yenny Wahid belum masuk," kata pakar ilmu komunikasi politik asal Universitas Airlangga tersebut. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026