Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Ponorogo, Jawa Timur, memastikan penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kembali normal setelah sempat mengalami keterlambatan distribusi akibat kendala ketersediaan kemasan.
Pemimpin Cabang Bulog Ponorogo Budiwan Susanto di Ponorogo, Rabu, mengatakan stok beras yang dikuasai Bulog dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat di wilayah Ponorogo, Pacitan dan Magetan.
"Stok beras sebenarnya aman. Kendalanya kemarin ada pada kemasan SPHP yang sempat kosong sehingga proses pengemasan harus menunggu pasokan kemasan datang," katanya.
Menurut dia, keterlambatan distribusi tidak berkaitan dengan ketersediaan stok beras.
Pada saat yang sama, Bulog juga menjalankan penugasan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) selama Mei hingga Juni 2026.
Setelah pasokan kemasan tersedia, Bulog kembali menyalurkan beras SPHP kepada para pedagang mitra di Pasar Legi Ponorogo.
Sebanyak 16 ton beras SPHP didistribusikan kepada 16 pedagang yang selama ini menjadi mitra penyaluran di pasar tersebut.
"Kami sudah berkoordinasi dengan para pedagang dan menjelaskan kondisi yang terjadi. Penyaluran saat ini sudah kembali berjalan," ujar dia.
Bulog juga memastikan ketersediaan stok beras di gudang masih sangat mencukupi. Saat ini cadangan beras yang tersimpan mencapai sekitar 80 ribu ton.
Jumlah tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang sekaligus mendukung program stabilisasi harga pangan yang dijalankan pemerintah.
Budiwan mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras SPHP di pasaran karena distribusi telah kembali berjalan normal.
"Stok beras aman dan mencukupi. Masyarakat tidak perlu panik karena pasokan beras SPHP tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.