Surabaya (Antara Jatim) - Bapak dan anak yang sama-sama ahli kedokteran gigi dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Dr drg Soegeng Wahluyo MS Sp.KGA(K) dan Chinitra Anindya SKG akan mengikuti wisuda bersamaan di kampus itu, Selasa, 26 Maret 2013.
"Saya bersyukur bisa sama-sama diwisuda dengan anak, tentu momentum yang spesial. Saya tidak menyangka, karena saya tahu saat anak saya memberitahukan bahwa dirinya sudah lulus dan diwisuda pada akhir Maret ini," katanya di Gedung Rektorat Unair Surabaya, Senin.
Saat ditemui di sela-sela persiapan wisuda, peneliti yang juga Pendamping UKM se-Unair itu menjelaskan jawaban anak nomer dua yang lulus pendidikan spesialis dokter gigi itu membuatnya kaget, karena dirinya juga diwisuda sebagai doktor ilmu kedokteran pada akhir Maret.
"Mendengar hal itu, anak saya bilang kepada ibunya bahwa dirinya senang banget bisa wisuda bareng (bersama) bapaknya, lalu ibunya sendiri bilang peristiwa langka, padahal nggak janjian lho, karena saya memulai S3 pada tahun 2008 dan anak saya kuliah mulai tahun 2009," katanya.
Apalagi, anaknya menempuh pendidikan dokter gigi spesialis atas beasiswa dari Ditjen Dikti Kemendikbud dan dirinya menempuh studi S3 juga dengan beasiswa dosen dari Ditjen Dikti Kemendikbud.
"Anak saya menerima beasiswa karena prestasi akademik sejak semester 3 hingga 7," ujar dosen yang dikenal dekat dengan mahasiswa dan sukses membina tim Paduan Suara Mahasiswa Unair hingga ke ajang internasional di Praha (2010) dan Ceko (2012) itu.
Dokter gigi praktik di kawasan Pacar Keling Surabaya itu meraih "cumlaude" dengan disertasi bertajuk "Ekspresi Protein Bcl-2, Caspase-3, Amelogenin dan Calbiondin-28kda pada Tikus Wistar Yang Terpapar Fluorida degan atau tanpa Kalsium". (*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.