rasio pembayaran yang tinggi ini merupakan bentuk komitmen kami
Surabaya (ANTARA) - PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) membagikan dividen sebesar Rp210,6 miliar atau setara Rp31 per lembar saham kepada pemegang saham dari laba bersih tahun buku 2025.
Keputusan pembagian dividen dengan rasio pembayaran sebesar 60 persen dari laba bersih tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Surabaya, Jumat.
Direktur Utama PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk Allan Wibisono Oei mengatakan pembagian dividen itu merupakan bentuk komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah berkelanjutan kepada para pemegang saham.
“Keputusan membagikan dividen dengan rasio pembayaran yang tinggi ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan nilai tambah berkelanjutan kepada para pemegang saham,” kata Allan di Surabaya, Jumat.
Ia menjelaskan, pembagian dividen tersebut sejalan dengan pertumbuhan laba bersih perseroan sepanjang 2025 yang meningkat sekitar 48 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sepanjang tahun buku 2025, kata dia, perseroan mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp351,4 miliar atau tumbuh 47,7 persen secara tahunan.
Sementara itu, lanjutnya, pendapatan perseroan tercatat mencapai Rp2,8 triliun atau meningkat 31,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Allan mengatakan, perseroan tetap optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan dua digit pada 2026 meskipun kinerja kuartal pertama tahun ini mengalami tekanan akibat pergeseran pengadaan produk sekuriti ke kuartal II dan III serta kenaikan biaya material.
“Kami optimistis dapat rebound karena tender pemerintah untuk segmen sekuriti biasanya mulai memberikan kontribusi lebih besar pada semester kedua tahun ini,” ucapnya.
Selain itu, menurut dia, pertumbuhan pada 2026 juga akan didukung oleh potensi proyek biometrik dan kemasan atau packaging yang dinilai memiliki prospek positif.
Ia menambahkan pertumbuhan perseroan pada tahun ini lebih banyak didorong oleh peningkatan volume penjualan dibandingkan kenaikan harga jual rata-rata produk.
Untuk menjaga kinerja perusahaan, pihaknya menjalankan sejumlah strategi di antaranya memperkuat margin produk melalui pengembangan produk bermargin tinggi, meningkatkan kapasitas produksi, serta mendorong pertumbuhan anorganik melalui kolaborasi strategis.
Di sisi lain, menurut dia, perseroan juga telah membentuk perusahaan patungan atau joint venture bersama mitra strategis asal Hong Kong melalui pendirian PT Nusatek Global Solutions yang bergerak di bidang pengembangan produk RFID.
“Melalui langkah strategis tersebut, Perseroan optimistis dapat mempertahankan kinerja untuk tahun buku 2026 serta mencapai pertumbuhan jangka panjang,” tuturnya.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026