Oleh Budi Setiawanto
Pandeglang (Antara) - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mengadakan pengobatan gratis bagi masyarakat di Kampung Sawah, Desa/Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu.
Ratusan warga tampak antre untuk diperiksakan kondisi kesehatan mereka pada bakti sosial yang diselenggarakan bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Banten, Palang Merah Indonesia (PMI) Banten, dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
Pengobatan gratis yang bertempat di SMP Negeri 1 Pagelaran itu diminati warga masyarakat yang terkena musibah banjir di desa mereka beberapa waktu lalu.
Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat bahkan sempat menggendong balita yang sedang diperiksakan kondisi kesehatannya.
Tiga dokter dari BNP2TKI memeriksakan tekanan darah, kesehatan jantung, panca indera, dan saluran pernapasan.
Jumhur secara simbolis juga melakukan penanaman 2.000 pohon bambu di tanggul pinggir Sungai Cilemer di Desa Pagelaran yang meluap dan menggenangi rumah warga yang kebanyakan keluarga TKI tersebut.
Setelah itu Jumhur melakukan dialog dengan keluarga TKI di kantor koperasi setempat.
Moratorium
Jumhur mengatakan pemerintah masih memberlakukan moratorium atau penghentian penempatan TKI penata laksana rumah tangga (PLRT) ke lima negara sekaligus yakni Malaysia, Arab Saudi, Kuwait, Jordania, dan Suriah.
Selama negara-negara tersebut belum bisa menjamin perlindungan bagi TKI maka moratorium tersebut akan tetap berlaku, katanya.
"Sampai kini belum ada penempatan TKI PLRT kelima negara itu. Kalau ada akan kami tangkap," katanya.
Ia menegaskan negara penempatan TKI harus bisa memastikan perlindungan TKI dan bersedia menandatangani nota kesepahaman (MoU dengan pemerintah Indonesia.
"Negara tidak main-main memastikan perlindungan TKI di negara penempatan," katanya.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.