Gresik (Antara Jatim) - Manajemen Persegres Gresik United memprotes absennya tim berjuluk "Laskar Joko Samudro" itu dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar oleh PSSI pada 17 Maret 2013.
Media Officer Persegres GU, Adi Sarminto, Rabu mengatakan, hingga kini pihaknya tidak menerima undangan dari PSSI untuk mengikuti pelaksanaan KLB yang akan berlangsung di Jakarta.
Padahal, menurutnya tim kebanggaan warga Kabupaten Gresik itu merupakan tim yang resmi ikut dalam kompetisi Liga Super Indonesia (LSI), sehingga seharusnya GU mempunyai hak suara dalam pelaksanaan kongres PSSI.
"Seharusnya kita mempunyai hak suara dalam KLB yang digelar PSSI di Jakarta, namun pada kenyataannya kita tidak punya suara, selain itu hingga kini juga belum menerima undangan," ucapnya.
Oleh karena itu, Sarmin meminta agar PSSI bisa berbuat adil dalam pelaksanaan kongres, sebab GU tercatat sebagai salah satu peserta LSI.
Sebelumnya, sebanyak 100 pemilik suara sah (voters) yang telah diverifikasi akan berperan dalam KLB PSSI sesuai perintah FIFA di Hotel Borobudur Jakarta.
Pemilik suara itu diverifikasi oleh tim gabungan antara PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), dan terdiri dari 33 perwakilan dari Pengprov PSSI, 15 perwakilan dari LSI, 16 perwakilan dari Divisi Utama, 14 perwakilan dari Divisi Satu, 12 perwakilan dari Divisi Dua, dan 10 perwakilan dari Divisi Tiga itu.
KLB PSSI akan membahas empat agenda yang tertuang dalam Nota Kesepahaman Kuala Lumpur, 7 Juni 2012, yakni revisi statuta, penggabungan liga, pengangkatan empat anggota Komite Eksekutif serta kongres dengan voters Solo.
Selain itu, kemungkinan agenda KLB ditambah dengan agenda baru, yakni penetapan waktu dan pelaksanaan Kongres Biasa PSSI.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.