Jakarta (ANTARA) - Seorang calon haji muda, Rizki Rahman Al Farisi (17), mengaku bersyukur mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini menggantikan almarhum ayahnya.
Pelajar kelas XI SMA Dian Didaktika, Cinere, itu mengatakan dirinya sebenarnya telah dijadwalkan berangkat pada 2021. Namun, saat itu keberangkatannya tertunda, karena belum memenuhi batas usia minimum.
“Saya awalnya dijadwalkan berangkat 2021, tapi belum cukup umur, jadi belum diperbolehkan. Sekarang sudah 17 tahun, akhirnya bisa berangkat,” ujar Rizki saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan keberangkatannya kali ini mendampingi sang ibu, menggantikan sang ayah.
Rizki mengatakan persiapannya tidak jauh berbeda dengan calon haji lainnya, meskipun ia menyadari sebagai jamaah muda memiliki tanggung jawab lebih, terutama dalam membantu jamaah lanjut usia.
“Karena saya masih muda, saya harus lebih siap, terutama dari segi fisik. Kalau ada jamaah yang lebih tua membutuhkan bantuan, saya harus bisa diandalkan,” katanya.
Selain menjaga kebugaran melalui aktivitas olahraga, seperti futsal dan lari, Rizki juga menyiapkan diri secara mental untuk menjalani rangkaian ibadah haji.
Ia menambahkan keberangkatannya di usia muda menjadi perhatian lingkungan sekitar. Banyak kerabat dan tetangga yang menitipkan doa kepadanya.
“Banyak yang titip doa, bahkan sampai saya catat. Kurang lebih ada 20 orang yang minta didoakan,” ujarnya.
Menurut Rizki, kesempatan menunaikan ibadah haji di usia muda merupakan hal yang patut disyukuri dan tidak boleh disia-siakan, mengingat tidak semua orang mendapat kesempatan serupa, terutama karena faktor kesehatan.
Ia berharap dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar serta mendampingi ibunya selama berada di Tanah Suci.
“Menurut saya ini kesempatan bagus, apalagi masih muda, kondisi fisik masih kuat, jadi bisa menjalankan ibadah dengan maksimal,” katanya.
Pewarta: Asep FirmansyahUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026