Baghdad (ANTARA/AFP) - Serangan-serangan yang umumnya ditujukan pada pasukan keamanan di daerah sebelah utara Baghdad menewaskan tujuh orang, Kamis, kata beberapa petugas medis dan keamanan.
Di dekat kota Mosul, Irak utara, orang-orang bersenjata membunuh dua kakak-beradik -- seorang polisi dan seorang prajurit -- di dalam rumah mereka, kata sejumlah pejabat. Prajurit itu adalah pengawal ketua parlemen Irak Osama al-Nujaifi.
Juga di dekat Mosul, ledakan bom pinggir jalan yang ditujukan pada patroli polisi menewaskan dua polisi dan mencederai satu orang lain.
Meski kerusuhan menurun di Irak dari puncaknya pada 2006 dan 2007, Mosul dan provinsi Nineveh masih tetap menjadi salah satu wilayah yang paling banyak dilanda kekerasan di negara itu.
Di sebelah utara Baghdad, penembakan-penembakan dan pemboman di Balad dan Dujail menewaskan tiga orang, termasuk dua anggota milisi penentang Al Qaida, dan tujuh orang cedera.
Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan itu, namun gerilyawan Sunni sering melancarkan serangan-serangan semacam itu dalam upaya menggoyahkan pemerintah dan mendorong kembalinya kekerasan sektarian seperti pada 2005-2008.
Kekerasan itu merupakan yang terakhir dari gelombang pemboman dan serangan bunuh diri di tengah krisis politik antara Perdana Menteri Nuri al-Maliki dan mitra-mitra pemerintahnya dan pawai protes selama beberapa pekan yang menuntut pengunduran dirinya. (*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.