Surabaya - Dewan Pimpinan Pusat meminta coretan-coretan di kantor Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Timur dibersihkan sehingga tidak terlihat kesan kumuh dan bisa digunakan lagi.
"Pembersihan coroten di dinding-dinding kantor PDIP Jatim merupakan instruksi pimpinan pusat," ujar Anggota Fraksi PDIP DPR RI, Said Abdullah, kepada wartawan di sela-sela memantau Kantor PDIP Jatim Jalan Kendang Sari Surabaya, Jumat.
Ia mengaku datang ke kantor PDIP Jatim untuk melihat kondisi terakhir sehari setelah unjuk rasa massa partai. Berbagai coretan dengan bermacam-macam tulisan hujatan kepada partai maupun tiga pimpinannya, yakni Ketua Sirmadji, Sekretaris Kusnadi, dan Wakil Ketua Bidang Bapilu Suhandoyo.
Said menegaskan, pada hari ini juga kantor DPD PDIP Jatim harus sudah bersih dan tidak tersisa lagi coretan-coretan di dinding. Di samping itu, kaca pintu masuk yang sempat pecah harus segera diperbaiki.
"Bagaimanapun juga harus bersih hari ini, tidak ada alasan lagi. Kalau tidak, tentu staf dan pengurus tidak bisa tenang bekerja di dalam kantor," kata politisi asal Madura tersebut.
Sementara itu, pantauan di lapangan, ancaman massa yang menduduki kantor tidak terlihat. Hanya ada pengeras suara yang tertutup terpal coklat. Sedangkan masa berangsur-angsur kembali sejak Kamis malam.
"Kalau yang menginap tidak ada. Hanya pengeras suara untuk orasi yang masih ada. Secara bergantian, orang-ornag sejak tadi malam pulang," kata salah seorang petugas di Kantor DPD PDIP Jatim.
Seperti diberitakan, pada Kamis (7/2), ribuan massa PDIP dari beberapa kabupaten/kota di Jatim berunjuk rasa di halaman kantor. Mereka kecewa dengan kepemimpinan Sirmadji selama menjabat Ketua DPD PDIP Jatim.
Selain itu, massa juga melakukan mosi tidak percaya terhadap DPD PDIP Jatim karena kerap memutuskan kebijakan yang tidak sesuai. Dalam aksinya, massa meneriakkan yel-yel PDIP serta berharap ketua dan sekretaris mundur dari jabatannya.
Suasana sempat memanas ketika massa berusaha memaksa masuk ke dalam kantor. Karena dihalang-halangi oleh satgas partai dan polisi maka aksi dorong-dorongan tak terhindarkan. Pintu masuk kaca pun pecah hingga mengakibatkan beberapa petugas terluka terkena pecahan kaca.
Aksi perlahan bubar ketika Wakil Ketua DPD PDIP Jatim Bambang Dwi Hartono, Ketua DPC PDIP Surabaya Wisnu Sakti Buana, Anggota FPDIP DPRD Jatim Ali Mudji serta beberapa pengurus lainnya menemui dan berdialog dengan perwakilan pengunjuk rasa.(*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.