Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta untuk memperkuat produk dalam negeri dalam menghadapi perdagangan bebas di Indonesia. "Provinsi ini memiliki potensi pasar yang sangat besar, dengan jumlah penduduk mencapai 37 juta jiwa. Ini merupakan potensi dengan cara mencintai dan meningkatkan produk dalam negeri," ujar Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf di sela kunjungannya ke Balai Latihan Kerja Surabaya, Selasa. Ia mengatakan, faktor penting lainya dalam menghadapi perdagangan bebas yakni dengan meningkatkan keahlian dan keterampilan. Menurut dia, menghadapi pasar bebas yang produk barang atau jasa bisa bebas keluar masuk maka sumberdaya manusia harus ditambah dengan keahlian yang baik pula. "Saat ini dunia kerja telah berubah seiring dengan perubahan zaman dan waktu. Di bidang kedokteran, jika dahulu penyakit jantung bisa ditangani oleh dokter jantung saja, namun saat ini sudah ada dokter jantung spesialis bilik kiri bagian atas. Artinya, saat ini segala kompetensi dan tenaga ahli sudah memiliki kemampuan berbeda," katanya. Oleh karena itu, pihaknya berharap sebagai pasar yang besar diharapkan masyarakat pekerja harus meningkatkan kompetensi dan keahlianya. Di samping itu, untuk memperkuat diri dalam menghadapi perdagangan bebas, khususnya di tingkat Asia, harus dengan menciptakan suasana kondusif. Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal tersebut mengungkapkan, pemerintah harus menciptakan suasana kondusif dan stabil agar investor masuk ke Jatim. "Semisal Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang selalu menjadi persoalan setiap tahunnya, sehingga para buruh unjuk rasa. Selama sistemnya tidak diperbaiki, maka setiap tahun pasti muncul masalah. Ini karena buruh dan pengusaha mempunyai ukuran sendiri dalam menentukan besaran UMK," kata dia. Sementara itu dalam kunjungannya, pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut berkesempatan meresmikan pusat uji kompetensi Jawa Timur di UPT Balai Latihan Kerja Menanggal Surabaya. Didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Gus Ipul menemui siswa-siswa BLK yang sedang bekerja membuat dan merancang hasil karya produk dalam negeri. Sedangkan, Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jatim, Hary Soegiri mengatakan, Pusat Uji Kompetensi mempunyai tugas pokok dan fungsi melakukan koordinasi dan sosialisasi agar pelayanan yang diberikan ke masyarakat yang melaksanakan sertifikasi bisa berlangsung cepat, tepat dan berkualitas. "Pusat Uji Kompetensi yang diresmikan ini merupakan pertama kalinya dibentuk di Indonesia. Semoga berdampak positif dan kami tetap berusaha berbuat yang terbaik demi menciptakan keahlian dan keterampilan membuat produk lokal," katanya.(*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026