Oleh N. Aulia Badar (ANTARA) Gemar mengajar adalah hobinya. Jarak dan waktu tidaklah terlalu menjadi halangan baginya untuk memenuhi kegemarannya itu. Meskipun tinggal jauh di luar kota Kuala Lumpur, tapi dia berupaya hadir setiap Minggu ke Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Di sekolah tersebut dia memberikan pelatihan bahasa Inggris kepada para warga negara Indonesia terutama Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di negara ini. Siapakah dia?. Dia adalah Sinta Dewi Ratnawati Siregar, seorang yang peduli terhadap pendidikan bangsa Indonesia. Bagi dia, mengajar selain menyalurkan hobi sekaligus untuk menambah dan berbagi pengalaman, serta sebagai sarana bersilahturahmi dengan sesama WNI yang tinggal di Malaysia. Pada awal tiba di Malaysia karena mengikuti suami yang berdinas di negara ini, dia berencana kuliah, di sebuah perguruan tinggi namun tidak jadi karena jurusan yang ditujunya itu tidak bisa untuk warga asing. Wanita kelahiran Jakarta yang biasa dipanggil Sinta ini akhirnya berupaya untuk mengisi waktunya dengan menyalurkan hobi mengajar. Dengan memanfaatkan jaringan internet, akhirnya ditemukannya nama seorang yang memberikan pelatihan bahasa Inggris di Malaysia untuk para WNI/TKI, yaitu Wanda Rahayu dan langsung menghubunginya. Kemudian Sinta datang ke tempat pelatihan, yang saat itu dilaksanakan di Restoran Es Teler 77 di Central Market, Pasar Seni, Kuala Lumpur. Singkat cerita, dia pun langsung bergabung dengan para pengajar lain dan terus berlanjut sampai sekarang. Bahkan untuk pelatihan angkatan ketiga, dia pun menyiapkan materi dengan lebih baik yaitu sudah dalam bentuk buku untuk para peserta tingkat dasar dan lanjutan. Wanita yang senang bermain piano, melukis dan membaca buku ini sebelumnya juga pernah menjadi pengajar bahasa Inggris di sebuah Lembaga Indonesia Amerika (LIA) di Jakarta. Dia juga pernah bekerja sebagai arsitek di sebuah perusahaan di Indonesia dan juga pernah menjadi Assistant After Sales Manager perusahaan selular. Lulusan Universitas Trisakti (S1) dan Prasetya Mulya Graduate School of Management (S2) jurusan marketing management ini senang bisa berbagi ilmu dengan para TKI. Apalagi kalau mereka yang diajar itu semakin mampu berbahasa Inggris dengan baik, pasti ada rasa puas hati. Ketika ditanya bagaimana dengan keluarganya, ia pun menjawab bahwa tidak ada masalah karena mereka memang sudah tahu bahwa mengajar adalah salah satu hobi beratnya. "Keluarga sangat mendukung saya mengajar di pelatihan ini. Sebab mereka sudah tahu kalau saya hobinya mengajar. Jika tidak ada tempat untuk mengajar seperti ini mungkin saya sudah tidak betah di sini," katanya menutup pencakapan ini dengan senyum bahagia. Saat ini, Sinta dan sejumlah pengajar lainnya setiap hari minggu di SIKL memberikan pelatihan bahasa Inggris kepada WNI/TKI di sekitar wilayah Kuala Lumpur dan Selangor. Pelatihan ini sudah berjalan sejak 2011 dan sekarang sebanyak 120 orang tercatat sebagai peserta pelatihan. Rencananya, pelatihan akan dibuka kembali untuk angkatan ke IV pada bulan Maret atau April 2013. Kegiatan yang digagas oleh LKBN ANTARA Biro Kuala Lumpur dan didukung penuh oleh KBRI Kuala Lumpur ini diberikan secara gratis kepada para pesertanya selama empat bulan. Dari pelatihan ini, sejumlah peserta seperti yang bekerja sebagai pembantu rumah semakin mahir berbahasa Inggris saat berkomunikasi dengan majikannya ataupun dengan masyarakat asing yang banyak di negara ini.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026