Madiun - Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, kembali menggelar tradisi perayaan Grebeg Maulud pada tahun 2013 dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW 1434 Hijriah, Kamis. Dalam acara yang dipusatkan di Alun-Alun Kota Madiun tersebut, ribuan warga Kota Madiun dan sekitarnya yang telah berkumpul sejak pagi, berebut berkah yang dilambangkan dalam Gunungan "Jaler" (laki-laki) dan "Estri" (perempuan) yang telah disediakan oleh panitia. "Warga percaya jika berhasil mendapatkan bagian dari gunungan tersebut akan mendapatkan berkah dan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Ketua Panitia Perayaan Grebeg Maulud 2013 Kota Madiun, Suyoto. Menurut dia, sebelum diperebutkan, Gunungan Jaler dan Estri yang berisikan buah, sayuran hasil bumi, dan jajanan, dikirab dari Masjid Kuno Taman di Kecamatan Taman lalu berakhir di Masjid Besar Kota Madiun yang terletak di pusat kota, Alun-Alun Madiun. Setelah dikirab gunungan tersebut didoakan dan kemudian dibagikan kepada warga yang melihat sebagai perlambang atas berkah dari Tuhan. "Perayaan Grebeg Maulud dengan kirab Gunungan Jaler dan Estri ini diselenggarakan selain untuk bersyukur kepada Tuhan YME dan peringatan kelahiran Nabi Muhammad, juga untuk melestarikan budaya dan wisata religi tentang penyebaran agama Islam di Kota Madiun," kata Suyoto. Konsep wisata budaya dan religi tersebut, berasal dari sisi religi yang berupa kelahiran nabi besar, sedangkan budaya berupa perkembangan agama Islam yang diajarkan oleh nabi itu sendiri di Madiun secara turun-temurun pada zaman Kerajaan Mataram. Lebih lanjut Suyoto menjelaskan bahwa ada beberapa agenda yang telah dilaksanakan selama acara Grebeg Maulud tahun ini, di antaranya ziarah ke makam kuno di Makam Kuncen (makam pendiri Madiun), berbagai macam lomba, dan juga pameran produk unggulan kota Madiun. Wali Kota Madiun Bambang Irianto berharap kegiatan tahunan itu bisa menjadi ikon Kota Madiun sebagai salah satu kegiatan wisata religi dan budaya sehingga ke depan juga bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Madiun. "Diharapkan, dalam penyelenggaraan setiap tahunnya dapat lebih baik dan meriah sehingga Grebeg Maulud Nabi bisa menjadi ikon dan agenda kunjungan wisata tiap tahunnya di Kota Madiun," ujar Bambang Irianto. Menurutnya, untuk perayaan acara Grebeg Maulud tahun ini, Pemkot Madiun telah menganggarkan dana sebesar Rp152 juta dari dinas terkait. Jumlah tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan perayaan tahun sebelumnya yang hanya berkisar Rp50 juta--Rp70 juta. Pantauan di lapangan, sejumlah warga sempat terjatuh dan terinjak saat ribuan warga Kota Madiun dan sekitarnya berdesakan untuk berebut berkah dari Gunungan Jaler dan Estri. Meski demikian, secara umum acara tersebut dapat berjalan lancar. Acara Grebeg Maulud kali ini juga mendapatkan pengamanan ketat dari aparat Kepolisian Resor (Polres) Madiun Kota guna menghindari kemacetan lalu lintas dan kriminalitas. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026