Gresik - Kesebelasan Persegres Gresik United akan membenahi lini tengahnya yang masih sering kedodoran jelang bertandang ke Persiba Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (22/1).
Pelatih Persegres, Suharno di Gresik, Jatim,, Minggu mengatakan, kemenangan dua kali secara berturut-turut anak asuhanya pada laga kandang sebelumnya, menjadi modal baik untuk menghadapi tuan rumah Persiba.
Meski demikian, Suharno menilai timnya masih sering kedodoran khususnya di lini tengah, hal itu terbukti ketika melawan Persidafon Dafonsoro yang sempat kebobolan satu gol terlebih dahulu, meski pada akhirnya menang 2-1.
"Kita akan fokus benahi lini tengah jelang lawan Persiba, sebab lini tengah merupakan lini yang paling vital untuk membantu penyerangan tim," uacapnya.
Selain itu, Suharno mengaku juga akan terus mengasah penyelesaian akhir penyerangnya, sebab beberapa peluang yang diciptakan Persegres sering terbuang sia-sia saat pemain tinggal berhadapan dengan penjaga gawang lawan.
"Kalau 'finishing' pemain merupakan program rutin sejak Persegers menjalani pertandingan perdana melawan Persiram Raja Ampat, dan itu juga tergantung dari kemampuan pribadi pemain," ujarnya.
Suharno optimistis bisa mengatasi tuan rumah Persiba, sebab kemenangan dua kali dengan rekor 3 kali menjebol gawang lawan akan menjadi modal berharga saat meladeni Persiba.
Sementara itu, Laskar Jaka Samudra julukan Persegres kini berada di peringkat tiga klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI) dengan torehan 6 poin.
Poin itu, hasil dua kali kemenangan yakni melawan Persiram Raja Ampat 1-0 dan melawan Persidafon Dafonsoro 2-1, dengan total mengumpulkan 6 poin dan memasukkan 3 gol serta kebobolan 1 gol.
Sedangkan calon lawannya, yakni tuan rumah Persiba yang dijuluki Beruang Madu, berada di peringkat 7 klasemen sementara LSI dengan torehan 2 poin dari dua kali seri, dan memasukkan 1 serta dan kebobolan 1 gol.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.