Kairo (ANTARA/AFP) - Wakil Presiden Mesir Mahmud Mekki pada Sabtu mengumumkan pengunduran dirinya, saat referendum mengenai satu konstitusi baru yang membuat tidak jelas apakah ia akan tetap dipertahankan.
Dalam satu pernyataan yang diperoleh AFP, Mekki mengataan bahwa ia mundur karena "pekerjaan politik tidak cocok dengan karakter profesional sebagai seorang hakim."
Ia mengatakan ia pada awalnya mengajukan pengunduran dirinya 7 November, tetapi ditunda sampai sekarang karena serangkaian kejadian termasuk perang Israel-Hamas di Jalur Gaza dan keputusan Presiden Mohamed Moursi bulan lalu untuk memperkuat kekuasaannya sendiri.
"Saya melihat hari ini (Sabtu) adalah saat yang tepat untuk mengumumkan pengunduran diri saya sebagai wakil presiden republik, dan saya akan tetap menyediakan tenaga saya sebagai seorang tentara," katanya.
Mekki (58 tahun) adalah seorang hakim yang disegani sebelum Moursi mengangkatnya menjadi wakil presiden Agustus.
Ia memimpin hakim oposisi untuk menggulingkan pemimpin Hosni Mubarak, tetapi menghindari imbauan untuk menjadi kandidat presiden, dengan mengatakan ia ingin tetap menganut politik yang independen.
Mekki sebelumnya mengisyaratkan kepada media Mesir ia sedang mempertimbangkan pengunduran diri. (*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.