"Sejak zaman kerajaan Majapahit, Gresik diakui sebagai prototipe kota lama, karena perannya sebagai kota dagang mulai berkembang sejak pertengahan abad XIV, dan masuk dalam jaringan perdagangan dunia," kata Budayawan Gresik, Oemar Zainudin.
Oemar menceritakan, selain adanya bukti berupa bangunan kuno, goresan masa lalu juga masih terlihat pada bentuk Masjid Jamik, Gedung DPRD yang terletak di Alun-Alun Gresik, dan masih tetap terjaga hingga kini.
Terus Berkurang
Sementara itu, upaya pelestarian bangunan kuno di Gresik rupanya tidak sejalan sesuai harapan dan semangat untuk memelihara.
Ketua Masyarakat Pecinta Sejarah Gresik (Mataseger), Kris Adji mengatakan, bangunan kuno yang awalnya berjumlah ribuan, kini hanya tersisa 500 bangunan.
Sebab, setiap tahunnya keberadaan situs bersejarah berupa bangunan kuno di Kabupaten Gresik terancam menurun jumlahnya, karena keberadaannya kurang dilindungi oleh pemkab setempat.
"Data terakhir yang dimiliki komunitas Matasegers jumlahnya tersisa 500 dari ribuan bangunan sebelumnya, sedangkan data komunitas pencinta bangunan bersejarah dari ITS Surabaya hanya tersisa 350 bangunan," paparnya.
Keberadaan bangunan bersejarah kini hanya bisa dilihat dari wilayah Karangpoh sampai Kampung Arab, dengan usia bangunan lebih dari 100 tahun.
Oleh karena, untuk kembali mempertahankan keberadaan bangunan bersejarah di Gresik diperlukan rasa kepedulian dari kaum muda Kabupaten Gresik.
Selain itu, pihaknya dan sejumlah sejarahwan juga terus mendorong terbitnya Rancangan peraturan daerah (Raperda) mengenai perlindungan bangunan bersejarah di Gresik yang kini masih dalam proses di Gubernur Jatim.
"Raperda itu akan terus kita dorong dan awasi, tujuan untuk melindungi keberadaan bangunan kuno di wilayah Kabupatan Gresik, sehingga jumlahnya tidak terus menurun," tukasnya.
Dikatakannya, menurunya jumlah bangunan bersejarah di Kabupaten Gresik, karena tidak adanya aturan daerah yang mengatur pembongkaran, sehingga dengan mudah pemilik membongkar dan mengubah bentuk bangunan.
Ia berharap, Pemkab Gresik bisa mendorong kepedulian pemuda terhadap bangunan kuno, sehingga tetap terjaga dan bisa menjadikan wilayah Gresik sebagai lokasi tujuan wisata "kota tua".(Abdul Malik)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.