Malang - Realisasi target akseptor baru bagi program Keluarga Berencana dengan metode operasi pria atau vasektomi di Kota Malang hingga saat ini baru mencapai 70 persen atau 38 orang dari target 45 orang. Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (BKBPM) Kota Malang Budi Herwanto, Rabu, mengakui, kaum pria masih belum begitu familier dengan KB karena selama ini yang ber-KB adalah istri (perempuan). "Padahal pria pun juga dianjurkan untuk ber-KB dengan mengikuti program metode operasi pria (MOP). Sebenarnya, bagi kaum pria yang mau mengikuti MOP tidak dipungut biaya sama sekali dan bisa dilakukan di beberapa rumah sakit, yakni RSSA Malang, RST Soepraoen dan RS Manu Husada," katanya. Meski realisasinya hingga saat ini baru 70 persen, lanjutnya, pihaknya tidak akan patah arang dan akan terus berupaya mendorong agar kaum pria pun tidak ragu-ragu untuk ber-KB dengan menggandeng sejumlah instansi. Oleh karena itu, katanya, bagi pria yang ingin ber-KP dengan program MOP tersebut bisa langsung mendaftar ke kantor BKBPM atau kelurahan masing-masing yang nantinya akan dirujuk ke RS yang telah menjalin kerja sama dengan BKBPM. Ia mengakui, setelah melakukan operasi kecil MOP memang ada efek pada awal-awalnya, mungkin sekitar satu sampai dua minggu dan memang harus dilakukan pemeriksaan kembali oleh dokter untuk memastikan sudah tidak ada masalah lagi. Namun, setelah itu sudah normal kembali. "Banyak kok pria yang telah menjalani KB MOP selama bertahun-tahun dan tidak ada keluhan apa-apa. Dalam hubungan suami istri pun juga tidak ada masalah," tegasnya. Berdasarkan data di BKBPM, tahun lalu peminat KB MOP di daerah itu 50 orang. Sementara capaian akseptor baru selama kurun waktu 2012, untuk KB suntik mencapai 7.424 orang, IUD (spiral) 3.485 orang, pil 1.168 orang, metode operasi wanita (MOW atau tubektomi) 912 orang, implant (susuk) 801 orang, dan kondom 270 orang. "Dengan berbagai upaya, kami akan terus menggencarkan kampanye ber-KB termasuk dengan program MOP agar di daerah ini tidak sampai terjadi ledakan angka kelahiran," tandasnya.(*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026